Mojtaba Khamenei Sebut Trump Putus Asa Kejar Kesepakatan Damai dengan Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Jun 2026, 13:38
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei. /ANTARA/Xinhua/aa. Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei. /ANTARA/Xinhua/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Mojtaba Khamenei akhirnya buka suara terkait kesepakatan damai yang dicapai antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Dalam pernyataan pertamanya setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kedua negara, Pemimpin Tertinggi Iran itu menyebut Presiden AS Donald Trump berada dalam posisi terdesak sehingga menggunakan berbagai cara untuk mendorong tercapainya kesepakatan.

Pernyataan Mojtaba disampaikan melalui siaran televisi pemerintah Iran pada Kamis (18/6) dan menjadi respons resmi pertamanya terhadap kesepakatan yang ditandatangani secara jarak jauh oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Donald Trump pada Rabu (17/6) waktu setempat.

Dalam pernyataannya, Mojtaba terlebih dahulu memberikan apresiasi kepada para pejabat Iran yang terlibat dalam proses negosiasi hingga tercapainya kesepakatan tersebut. Namun, ia menilai dorongan terbesar untuk mencapai titik temu justru datang dari pihak Washington.

"Dalam proses mencapai tahap ini, para pejabat, tentu dengan belas kasih dan niat baik, telah melakukan banyak upaya. Dan tentu saja, Presiden AS-lah yang, karena putus asa, menggunakan berbagai titik tawar untuk tujuan ini," kata Mojtaba.

Meski akhirnya memberikan persetujuan terhadap kesepakatan tersebut, Mojtaba mengakui bahwa pada awalnya ia memiliki pandangan yang berbeda mengenai nota kesepahaman yang disusun kedua negara. Kendati demikian, ia memutuskan untuk memberikan izin setelah menerima jaminan dari Presiden Pezeshkian dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran terkait perlindungan kepentingan nasional.

Baca Juga: Pramono Jamin Rekrutmen Padat Karya Dilakukan dengan Transparan

"Pada prinsipnya, saya memiliki pandangan yang berbeda (mengenai nota kesepahaman), tetapi saya memberikan izin saya karena komitmen yang diberikan oleh Presiden (Iran) yang terhormat, sebagai ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, atas nama dirinya sendiri dan anggota lainnya untuk melindungi hak-hak bangsa Iran dan Front Perlawanan," ucap Mojtaba dalam pernyataannya.

Menurut Mojtaba, komitmen tersebut menjadi dasar bagi persetujuannya terhadap kesepakatan yang akan membuka jalan bagi proses diplomasi lanjutan antara Teheran dan Washington. Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan menerima tuntutan yang dinilai melampaui batas dari pihak AS.

"Jelas bahwa negosiasi tatap muka yang akan berlangsung di masa mendatang, tidak akan berarti menerima sudut pandang musuh," tegasnya.

Kesepakatan yang telah ditandatangani Iran dan AS mencakup penghentian permanen permusuhan di seluruh front, termasuk di Lebanon, serta pemberlakuan gencatan senjata selama 60 hari. Selain itu, kesepakatan tersebut juga mencakup pencabutan blokade AS terhadap Iran, pemulihan lalu lintas perdagangan di Selat Hormuz, pembahasan program rekonstruksi senilai US$300 miliar, serta pencabutan sanksi yang selama ini diberlakukan Washington terhadap Teheran.

Jika seluruh komitmen dalam kesepakatan itu dijalankan sesuai ketentuan yang telah disepakati, Iran akan memperoleh peluang untuk kembali terintegrasi dengan perekonomian global setelah bertahun-tahun menghadapi tekanan sanksi internasional.

x|close