Ntvnews.id, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan tiga strategi utama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan strategi tersebut dipaparkan dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan 150 periset di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.
"Untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi dan Indonesia Emas 2045, kami mengembangkan tiga track. Yang pertama, menghadirkan inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM," katanya dalam pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan 150 periset di halaman tengah Istana Kepresidenan di Jakarta.
Arif menjelaskan strategi kedua difokuskan pada penguatan daya saing industri nasional serta Danantara melalui pengembangan riset dan inovasi. Sementara strategi ketiga diarahkan untuk memfasilitasi co-development teknologi maju dunia agar Indonesia ikut berperan dalam pengembangan teknologi global.
Baca Juga: Momen Prabowo Tinjau Langsung Hasil Riset dan Inovasi BRIN di Istana
Menurutnya, BRIN akan memberikan perhatian besar terhadap pengembangan teknologi yang diperkirakan menjadi penentu daya saing bangsa dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
Beberapa teknologi yang menjadi fokus pengembangan meliputi semikonduktor, kecerdasan buatan, serta rekayasa genetik atau genomics. Pengembangan tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap ekspor, meningkatkan produktivitas nasional, serta memperkuat kemandirian dalam menghasilkan benih, obat-obatan, dan bioindustri.
"(Selanjutnya) teknologi kuantum untuk keamanan dan komputasi masa depan. Selain itu, ada dua teknologi yang terus kami kembangkan, yaitu nuklir dan antariksa, sebagai pengungkit kedaulatan energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah," lanjut Arif.
Arif menilai penguasaan berbagai teknologi tersebut akan menentukan posisi Indonesia di masa depan, apakah hanya menjadi pengguna teknologi atau mampu menjadi pemilik sekaligus pengembang teknologi.
Baca Juga: 150 Peneliti BRIN Temui Prabowo di Istana, Pamerkan Ratusan Produk Inovasi
Ia juga menegaskan bahwa riset dan inovasi merupakan penggerak utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sekaligus fondasi dalam meningkatkan daya saing nasional.
"Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara kapasitas inovasi yang ditunjukkan dengan Global Innovation Index dengan GDP per capita per tahun," ucap Arif Satria.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurut Prabowo, penguasaan sains dan teknologi harus didukung oleh sistem pendidikan yang berkualitas karena pendidikan menjadi fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul.
"Dari penguasaan sains dan teknologi tentunya masalah pendidikan itu adalah fondasi, landasan yang paling kritikal, paling kritis," ucap Presiden Prabowo menegaskan.
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026. Presiden Prabowo Subianto mengundang lebih dari 150 periset dan peneliti dari berbagai daerah di Indonesia untuk memamerkan dan menjelaskan secara langsung hasil riset dan inovasi yang mendukung program-program prioritas pemerintahan seperti tanggul laut raksasa (giant sea wall), Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat (SR), Gentengisasi, pengolahan sampah, dan program-program lainnya seperti kemandirian energi, ketahanan pangan, pertahanan dan keamanan, serta program tiga juta rumah. (Antara)