AHY Dorong Konsolidasi BUMN untuk Perkuat Pengelolaan Kawasan Industri

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Agu 2026, 16:14
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar dapat mendukung pengelolaan kawasan industri di Indonesia.

AHY menyampaikan hal tersebut setelah menghadiri Rapat Dewan Pengawas Danantara Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

“Saya juga tadi bertanya secara khusus bagaimana konsolidasi BUMN terkait dengan pengelolaan kawasan industri, khususnya kawasan-kawasan industri strategis di Indonesia kan cukup banyak,” kata AHY seusai ikut Rapat Dewan Pengawas Danantara Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis.

Menurut AHY, langkah konsolidasi tersebut sejalan dengan upaya transformasi BUMN agar lebih efisien dan memiliki arah yang jelas. Ia menilai pengelolaan kawasan industri yang lebih baik dapat menciptakan peluang baru sehingga kawasan tersebut mampu berkembang, bersaing, dan memiliki daya tarik.

Baca JugaAHY Dorong Kawasan Transmigrasi Jadi Pusat Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi

“Kalau kita ingin punya daya tarik dibandingkan misalnya dengan negara-negara tetangga kita, bisa dikatakan Vietnam yang begitu agresif sekarang, Thailand, dan lainnya, maka kawasan industri kita juga harus memiliki kesiapan secara infrastruktur, kemudian bisa lebih kompetitif. Ini juga yang menjadi salah satu prioritas dari negara agar ini bisa semakin baik dikelola ke depannya,” tutur dia.

Sementara itu, Badan Pengaturan (BP) BUMN bersama Danantara Indonesia terus menyusun strategi transformasi BUMN melalui peta jalan lima tahun. Strategi tersebut menjadi acuan untuk membangun perusahaan negara yang lebih sehat, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai.

Penyusunan peta strategi lima tahun itu dilakukan secara bertahap. Tahapan tersebut mencakup konsolidasi dan restrukturisasi, penguatan pengembangan sumber daya manusia serta budaya perusahaan, percepatan inovasi dan pemanfaatan teknologi, penciptaan nilai melalui aksi korporasi serta kemitraan strategis, hingga pencapaian target kinerja berskala global.

Baca JugaMenko AHY Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Melalui rangkaian strategi tersebut, BP BUMN bersama Danantara menargetkan BUMN Indonesia dapat semakin kuat, memiliki daya saing tinggi, dan mampu bersaing di tingkat internasional, termasuk masuk dalam jajaran perusahaan Fortune 500.

(Sumber: Antara)
 
 
 
 

HIGHLIGHT

x|close