Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons soal tarif layanan TransBandara rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta menjadi Rp15.000 per perjalanan. Penyesuaian tarif ini dilakukan setelah sebelumnya layanan tersebut dikenakan tarif Rp3.500.
Kebijakan telah dituangkan dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) yang ditandatangani Pramono. Tarif baru mulai berlaku pada 1 September 2026, setelah ditetapkan pada 31 Juli 2026.
Menurut Pramono, penyesuaian tarif dilakukan dengan mempertimbangkan biaya operasional layanan yang melintasi sejumlah area berbayar di kawasan Bandara Soekarno-Hatta.
Baca Juga: Tarif Bus Transbandara Blok M-Soetta Resmi Naik Jadi Rp15 Ribu
"Jadi yang baru saya putuskan, Kepgub-nya juga sudah saya tanda tangani yaitu dari Blok M ke Bandara 15.000 rupiah. Kenapa angka 15 itu? Ini adalah tentunya yang pertama kalau di Bandara itu kan ada tempat tiga parkir yang harus dilalui, itu satu. Dan setiap parkir kan ada biayanya," katanya di Jakarta Selatan, Kamis, 6 Agustus 2026.
Meski mengalami kenaikan, Pramono mengatakan bahwa tarif TransBandara tetap jauh lebih terjangkau dibandingkan moda transportasi lain menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Ia menyebut biaya perjalanan menggunakan bus TransBandara masih berada di bawah tarif layanan bus bandara maupun taksi yang umumnya sudah melebihi Rp100 ribu.
Bus Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta (Humas DKI)
"Dibandingkan dengan seluruh transportasi mau pakai apapun saya yakin Trans Jabodetabek dari Blok M ke Bandara pasti jauh lebih murah. Bahkan sekarang ini kalau naik Damri atau naik taksi pun angkanya sudah di atas 100.000 semua," ungkapnya.
Dengan selisih harga yang cukup besar, Pemprov DKI Jakarta berharap layanan TransBandara menjadi pilihan utama masyarakat yang menginginkan transportasi publik menuju bandara dengan tarif ekonomis.
Selain penyesuaian tarif, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga meningkatkan kualitas layanan dengan menambah jumlah armada yang melayani rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.
Pramono mengungkapkan, hasil survei terbaru menunjukkan tingkat kepuasan pengguna layanan TransBandara mencapai lebih dari 97 persen.
Menurutnya, mayoritas penumpang juga dapat menerima kebijakan penyesuaian tarif yang akan mulai diberlakukan pada September mendatang.
"Tingkat kepuasan publik dari survei terakhir di atas 97% dan mereka rata-rata tidak ada penolakan sama sekali terhadap rencana penyesuaian tarif ini," tutup Pramono.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)