Ntvnews.id, Jakarta - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menargetkan penyusunan laporan keuangan Danantara selesai dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan setelah proses konsolidasi laporan keuangan ribuan badan usaha milik negara (BUMN).
Pernyataan tersebut disampaikan Dony di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
"Ini tahun pertama tentu membutuhkan waktu, ya, kurang lebih nanti satu-dua bulan ke depan lah," ujar Dony kepada awak media di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
Menurut Dony, proses penyusunan laporan membutuhkan waktu karena Danantara harus mengonsolidasikan laporan keuangan dari lebih dari 1.000 perusahaan.
Baca Juga: Dony Oskaria Ungkap Pos Indonesia Lakukan Penyesuaian Pembukuan Rp9 Triliun
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan dengan Direksi Bank Mandiri pada Rabu 29 Juli 2026.
Ia menjelaskan dalam proses tersebut juga dilakukan eliminasi laporan keuangan sehingga penyusunannya menjadi lebih kompleks.
"Nah, eliminasi laporan ini, 1.000 itu membutuhkan waktu," kata Dony.
Dony memastikan laporan keuangan Danantara yang nantinya dipublikasikan telah melalui proses audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Oh iya, diaudit BPK," ucapnya.
Baca Juga: Dony Oskaria Sebut 240 BUMN Sudah Dipangkas hingga Juli 2026
Ia menambahkan masyarakat yang ingin mengetahui kinerja masing-masing BUMN tetap dapat mengakses laporan keuangan setiap perusahaan secara terpisah.
"Kan bisa dilihat di masing-masing perusahaan, bisa dilihat sebetulnya Pertamina berapa, Mandiri berapa, BRI berapa, gitu," kata Dony.
Saat ini, laporan keuangan Danantara disebut masih berada pada tahap praaudit sebagai bagian dari penyusunan laporan keuangan konsolidasi.
Selain itu, Danantara juga menggandeng konsultan keuangan untuk menyusun struktur akun atau chart of accounts agar laporan keuangan konsolidasi dapat disusun sesuai standar yang berlaku.
Dony optimistis proses penyusunan laporan keuangan pada tahun-tahun berikutnya akan berlangsung lebih cepat setelah mekanisme konsolidasi dan eliminasi transaksi antarbadan usaha milik negara telah terbentuk.
"Karena ini tahun pertama kan, setelah ini tentu kalau kita sudah ketemu polanya. Makanya perlu disampaikan juga kepada publik bahwa kalau sudah ketemu polanya pas eliminasi dari seluruh perusahaan ini tahun berikutnya akan jauh-jauh lebih mudah," kata Dony.
(Sumber: Antara)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) bersama COO Danantara yang juga Kepala BP BUMN Dony Oskaria (kanan) keluar ruangan usai pertemuan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026. COO Danantara yang juga Kepala BP BUMN Dony Oskaria bertemu dengan Menteri Keuangan Purbaya membahas sejumlah agenda strategis terkait penataan BUMN serta proses penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCIC) atau Whoosh. (Antara)