Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen di Triwulan II 2026, Pramono: Lampaui Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Agu 2026, 17:16
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

NTVNews.id, Jakarta - Perekonomian DKI Jakarta menunjukkan kinerja positif pada triwulan II 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Jakarta tumbuh 5,52 persen secara tahunan (year-on-year/y-o-y) dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Capaian tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,29 persen pada periode yang sama.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyambut positif capaian tersebut. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Jakarta yang tetap berada di atas angka nasional menunjukkan kondisi perekonomian ibu kota masih terjaga di tengah berbagai tekanan global.

"Mengenai pertumbuhan ekonomi di Jakarta. Baru saja dirilis pertumbuhan ekonomi di Jakarta, Jakarta tumbuh 5,52 persen. Tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional 5,29 persen," ucap Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.

BPS mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DKI Jakarta berdasarkan harga berlaku pada triwulan II 2026 mencapai Rp1.058,02 triliun. Sementara itu, berdasarkan harga konstan 2010, PDRB Jakarta berada di angka Rp594,22 triliun.

Orang nomor satu di DKI tersebut menilai, capaian ini menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi Jakarta masih mampu bertahan dan berkembang meski situasi global menghadapi berbagai tantangan.

"Ini menunjukkan bahwa Jakarta terjaga pertumbuhan ekonomi ketika tekanan geopolitik sedang terjadi, hal itu terlihat dari berbagai perang di dunia dan juga kondisi stabilitas ekonomi dunia yang tidak sedang baik-baik saja," ungkapnya.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan II 2026 turut didorong sejumlah lapangan usaha. Salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi adalah penyediaan akomodasi dan makan minum, yang tumbuh hingga 9,52 persen secara tahunan.

Baca Juga: JPO Tendean Ambruk Ditabrak Truk Segera Dibangun, Pramono: Enggak Pakai APBD

Ilustrasi kota Jakarta <b>(Pixabay)</b> Ilustrasi kota Jakarta (Pixabay)

Sementara dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mencatat pertumbuhan sebesar 14,70 persen secara tahunan. Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, ekonomi Jakarta juga mengalami pertumbuhan sebesar 1,52 persen secara kuartalan (q-to-q).

Pertumbuhan tertinggi secara lapangan usaha pada periode tersebut berasal dari pengadaan listrik dan gas yang mencapai 13,39 persen. Dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah tumbuh 7,23 persen.

Struktur perekonomian Jakarta pada triwulan II 2026 masih didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi sebesar 18,24 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, perekonomian ibu kota masih banyak ditopang oleh Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangg yang memberikan kontribusi sebesar 63,24 persen.

Lanjut Pramono, pemerintah DKI akan terus berupaya menjaga Jakarta tetap aman dan nyaman agar momentum pertumbuhan ekonomi dapat dipertahankan.

Ia optimistis pertumbuhan ekonomi Jakarta dapat terus berjalan seiring dengan kinerja ekonomi nasional, meskipun perekonomian global masih menghadapi ketidakpastian.

"Maka kenapa dalam kesempatan ini saya sampaikan, saya betul-betul berkeinginan untuk menjaga agar Jakarta tetap aman, nyaman, dan saya optimis dengan apa yang sudah kita rawat bersama-sama," ungkapnya.

Ia berharap pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen dan pertumbuhan ekonomi Jakarta 5,52 persen dapat menjadi modal penting untuk mempertahankan momentum ekonomi di tengah kondisi dunia yang penuh tantangan.

"Mudah-mudahan pertumbuhan nasional dan juga pertumbuhan Jakarta ini bisa menjaga momentum dalam keadaan dunia yang sedang seperti ini. Karena pertumbuhan nasional bisa 5,29 itu juga cukup baik," tutup Pramono. 

HIGHLIGHT

x|close