PBB Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Sep 2026, 13:36
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. (Antara)

Ntvnews.id, New York - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres bersama Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) Jasem Mohamed Albudaiwi mengecam keras serangan yang dilakukan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi.

Keduanya menilai aksi yang menyasar fasilitas sipil tersebut berpotensi menjadi ancaman serius terhadap stabilitas, perdamaian, dan keamanan di kawasan.

Guterres bertemu dengan Albudaiwi di New York pada Sabtu, 19 September 2026, di sela-sela agenda Sekjen GCC menghadiri Sidang Umum PBB ke-81. Pertemuan tersebut disampaikan melalui pernyataan Sekretariat Jenderal GCC.

“Kedua pejabat mengecam keras serangan milisi Houthi terhadap Kerajaan Arab Saudi dan penargetan objek sipil secara sengaja, serta menegaskan bahwa tindakan bermusuhan tersebut menimbulkan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan regional,” ujar pernyataan GCC yang dikutip Anadolu Agency, Minggu, 20 September 2026.

Selain membahas serangan Houthi, kedua pejabat tersebut turut mengevaluasi hubungan kerja sama antara GCC dan PBB. Mereka membicarakan langkah untuk memperkuat koordinasi di sejumlah bidang yang menjadi kepentingan bersama.

Guterres dan Albudaiwi juga bertukar pandangan mengenai dinamika geopolitik serta berbagai persoalan yang berkembang di kawasan. Keduanya turut membahas upaya diplomatik untuk mencari penyelesaian terhadap persoalan regional.

Dalam pertemuan tersebut, Guterres mengapresiasi “kemajuan dan kemakmuran yang signifikan yang telah dicapai negara-negara anggota GCC”. Ia juga memberikan penghargaan atas kontribusi negara-negara anggota GCC dalam mendukung terciptanya stabilitas dunia secara berkelanjutan.

Baca Juga: Prabowo Janji Bangun Ribuan Kapal Nelayan Tahun Depan

Pertemuan Guterres dan Albudaiwi berlangsung saat Pertahanan Sipil Arab Saudi menerbitkan sejumlah peringatan keamanan pada Sabtu, 19 September 2026.

Dua peringatan dikeluarkan untuk wilayah Riyadh, dua lainnya di Al-Kharj, sementara satu peringatan ditujukan ke Farasan. Namun, lembaga tersebut tidak menjelaskan jenis ancaman yang menjadi dasar peringatan maupun melaporkan adanya korban atau kerusakan.

Peringatan tersebut muncul setelah sebelumnya, pada Jumat, 18 September 2026, dikeluarkan peringatan yang mencakup tujuh kota dan wilayah administratif di Arab Saudi.

Sehari sebelumnya, Kamis, 17 September 2026, otoritas Saudi melaporkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka akibat puing-puing drone Houthi yang berhasil dicegat di atas wilayah Taif.

Di sisi lain, Houthi mengklaim telah menggagalkan apa yang mereka sebut sebagai upaya kriminal yang diduga dilakukan Arab Saudi di Sanaa, ibu kota Yaman. Kelompok tersebut tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai klaim itu.

Pemerintah Arab Saudi tidak menghubungkan klaim Houthi tersebut dengan serangkaian peringatan yang dikeluarkan di sejumlah wilayah negaranya.

Perkembangan itu terjadi setelah Houthi beberapa kali melontarkan peringatan dan melancarkan serangan menggunakan rudal serta drone. Pada 20 Juli, kelompok tersebut bahkan mengumumkan apa yang disebutnya sebagai blokade maritim terhadap Arab Saudi.

Arab Saudi diketahui memimpin koalisi yang mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional dalam menghadapi Houthi sejak Maret 2015. Kelompok Houthi sendiri menguasai Sanaa serta sejumlah provinsi di Yaman sejak September 2014.

TERKINI

Load More
x|close