Ntvnews.id, Riyadh - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh meminta seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi untuk tetap tenang dan mematuhi setiap instruksi resmi dari otoritas setempat apabila menerima peringatan darurat.
Imbauan tersebut disampaikan setelah Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan peringatan terkait potensi ancaman serangan di sejumlah kota sejak Senin, 14 September 2026 hingga Selasa, 15 September 2026. Situasi itu terjadi ketika serangan kelompok Houthi asal Yaman terhadap wilayah Saudi mengalami peningkatan.
"Jika Anda Menerima Pesan Peringatan Darurat: Tetap tenang dan ikuti instruksi resmi dalam pesan. Segera menuju tempat aman di dalam bangunan dan menjauh dari jendela," demikian imbauan KBRI Riyadh yang disampaikan melalui Instagram Story akun @indonesiainriyadh.
KBRI juga mengingatkan WNI agar tidak berada di lokasi terbuka, balkon, maupun atap bangunan selama situasi darurat.
"Jika berada di luar, masuk ke bangunan terdekat atau berlindung di tempat yang kokoh," lanjut mereka.
Baca Juga: Arab Saudi Klaim Temukan 110 Juta Ton Uranium di Madinah
WNI turut diminta menjauhi kerumunan serta tidak mengambil gambar maupun merekam video di lokasi yang dinilai berbahaya. Bagi WNI yang sedang berkendara ketika menerima peringatan, KBRI meminta agar segera menepi ke sisi jalan.
"Hindari berhenti di dekat jembatan atau bangunan tinggi," lanjut keterangan KBRI Riyadh.
Dalam kondisi melihat atau mengalami situasi yang membahayakan, KBRI meminta WNI segera menghubungi layanan darurat Saudi melalui nomor 911 atau 998. Nomor 911 berlaku untuk wilayah Riyadh, Makkah, Madinah, dan provinsi-provinsi di kawasan timur, sedangkan 998 dapat digunakan untuk wilayah Saudi lainnya.
Pertahanan Sipil Arab Saudi melalui Platform Peringatan Dini Nasional untuk Keadaan Darurat juga mengeluarkan peringatan terkait adanya potensi bahaya. Peringatan tersebut mencakup sejumlah wilayah, termasuk Jeddah, Mekkah, dan Taif.
Arsip - Kelompok Houthi menggelar unjuk rasa menentang serangan AS dan Israel terhadap Iran saat mereka berkumpul di Al Sabeen Square, Sanaa (Antara)
Otoritas Saudi tidak menjelaskan secara rinci jenis ancaman yang dimaksud. Masyarakat hanya diminta segera mencari tempat perlindungan dan mengikuti seluruh petunjuk keselamatan yang dikeluarkan secara resmi.
Peringatan tersebut dikeluarkan di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan Houthi. Kedua pihak diketahui terlibat dalam serangkaian serangan yang menyasar sejumlah fasilitas dan infrastruktur, termasuk bandara serta gudang persenjataan.
Dalam perkembangan terbaru, Houthi melancarkan serangan menggunakan drone dan rudal balistik terhadap salah satu pangkalan udara Arab Saudi. Serangan tersebut mengakibatkan 13 orang terluka dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah.
Pemerintah Arab Saudi kemudian menegaskan akan memberikan balasan atas serangan yang dilancarkan kelompok Houthi tersebut.
Bendera Arab Saudi (Arab News)