Ntvnews.id, Riyadh - Arab Saudi mengklaim menemukan sekitar 110 juta ton bijih mineral yang disebut memiliki konsentrasi uranium menjanjikan di wilayah Madinah.
Dilansir dari Reuters, Selasa, 15 September 2026, Menteri Energi Arab Saudi Abdulaziz bin Salman Al Saud menyampaikan temuan tersebut dalam Konferensi Umum Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina, Austria.
Menurut Abdulaziz, temuan tersebut merupakan hasil eksplorasi dan kajian geologi yang dilakukan di kawasan Jabal Sayid, Madinah.
"Eksplorasi dan studi geologi di proyek Jabal Sayid di Madinah mengungkapkan perkiraan sumber daya sekitar 110 juta ton bijih dengan konsentrasi tinggi mineral tinggi jarang, terutama unsur-unsur berat, di samping konsentrasi uranium yang menjanjikan," ungkap Abdulaziz saat pidato di forum itu.
Selain uranium, Abdulaziz menyebut Arab Saudi memiliki kekayaan mineral yang beragam. Sumber daya tersebut antara lain emas, fosfor, seng, bauksit, magnesium, tanah jarang, dan nikel.
Baca Juga: Houthi Serang Arab Saudi Sebabkan Masjid Rusak
"Kerajaan berupaya semaksimal manfaat yang diperoleh dari sumber daya ini dan mengubahnya dari sumber daya alam jadi nilai ekonomi dan industri yang berkelanjutan," imbuh dia.
Dalam kesempatan tersebut, Abdulaziz juga menjelaskan perkembangan program energi atom nasional Arab Saudi. Menurutnya, proyek tersebut terus berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki.
"Dan kami berkomitmen pada transparansi dalam semua kegiatan pengembangan energi nuklir kami," ucap dia.
Abdulaziz menambahkan, pemanfaatan energi nuklir sebagai bagian dari bauran energi nasional merupakan salah satu hal penting bagi Arab Saudi.
Konferensi Umum IAEA ke-70 digelar di Wina, Austria, pada 14 hingga 18 September 2026.
Bendera Arab Saudi (Arab News)