Ntvnews.id, Jakarta - Raut wajah bahagia, senyum berbinar, dan aura penuh syukur terpancar dari Heni Yawati (58), atau akrab disapa Bi Heni. Asisten Rumah Tangga (ART) asal Kampung Pisang RT 05 RW 07, Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor ini tak bisa menyembunyikan harunya saat melihat Ka'bah di Mekkah dan berziarah ke Masjid Nabawi, Madinah.
Impian puluhan tahun Bi Heni akhirnya terkabul melalui Program Umroh Presisi. Ini merupakan program dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Program ini digagas bersama Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia alias Indonesian Police Fans Community sebagai wujud kepedulian sosial dan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dengan suara bergetar, Bi Heni menyampaikan rasa terima kasihnya. "Makasih sudah umrohin Bibi, bibi sampai ke sini dengan lancar tanpa kendala," ujar Bi Heni yang lahir 17 Agustus 1968.
Perjuangan Bi Heni memang panjang. Ia menceritakan dulu sering diremehkan karena kondisi ekonomi.
"Alhamdulillah dulu saya puasa Senin-Kamis, sholat tahajud. Ditanya suami, 'Kamu rajin sholat minta apa?' Saya jawab, 'Sebelum meninggal pengin lihat Mekkah," kata dia, begitu dikutip dari RRI.
Baca Juga: Beras SPHP Resmi Berganti Nama Menjadi Beras Kita
"Suami membalas jangan tinggi-tinggi kalau mimpi mau jual apa kamu? Namun Alhamdulillah sekarang dikabulkan Allah melalui tangan Pak Kapolri."
Ditempat terpisah Ketua Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia (MPPI) Zandre Badak menegaskan seluruh program sosial Kapolri murni dari dana pribadi, bukan APBN. "Banyak netizen bertanya, 'Uangnya dari mana? Pakai APBN ya?'," kata dia.
"Saya tegaskan di sini, baik Program Bedah Rumah, Umroh Gratis Presisi, Ziarah Holyland Presisi, hingga Pembangunan Mushola Presisi. Sama sekali tidak menggunakan uang Negara," kata Zandre.
Zandre juga menjelaskan, keberangkatan Bi Heni ditanggung penuh. Mulai dari pembuatan paspor, vaksin meningitis, vaksin polio, hingga uang saku.
"Bahkan karena kisah haru Bi Heni viral di media nasional, Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto ikut memberikan perhatian khusus," ucapnya. Diketahui, Bi Heni adalah tulang punggung keluarga.
Dari kecil menafkahi adik-adiknya, hingga merawat suami yang sakit batu ginjal dan harus cuci darah rutin. Kini kesabaran dan doa-doanya berbuah manis melalui 'Program Umroh Presisi'.
Raut wajah bahagia, senyum berbinar, dan aura penuh syukur terpancar dari Heni Yawati (58), atau akrab disapa Bi Heni. Asisten Rumah Tangga (ART) asal Kampung Pisang RT 05 RW 07, Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor ini tak bisa menyembunyikan harunya saat melihat Ka'bah di Mekkah dan berziarah ke Masjid Nabawi, Madinah. (dok)