Ntvnews.id, Taheran - Iran dan Uni Emirat Arab (UEA) sepakat memperbaiki kembali hubungan bilateral yang sempat memburuk setelah meningkatnya ketegangan akibat perang di Timur Tengah.
Kesepakatan tersebut disampaikan Presiden Iran Massoud Pezeshkian pada Minggu, 13 September 2026, sehari setelah dirinya bertemu Putra Mahkota UEA Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan di India. Pertemuan itu berlangsung di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS.
"Untuk kali pertama sejak perang dan insiden yang terjadi di Teluk Persia, kami melakukan pertukaran pandangan yang konstruktif dengan Putra Mahkota Abu Dhabi," kata Pezeshkian, dikutip dari AFP, Selasa, 15 September 2026.
Pezeshkian mengatakan kedua negara sepakat mengakhiri ketegangan yang sebelumnya membayangi hubungan Iran dan UEA. Kedua pihak juga berkomitmen melihat hubungan bilateral ke arah yang lebih baik.
"Disepakati bahwa kami akan membuka lembaran baru, melihat ke masa depan, dan membangunnya bersama," ujarnya.
Baca Juga: Negara Teluk dan Iran Siapkan Pertemuan Bahas Pelayaran Selat Hormuz
Hubungan Iran dan UEA mulai memburuk setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu. Serangan tersebut kemudian memicu perang di kawasan Timur Tengah.
Iran merespons dengan menyerang sejumlah negara sekutu AS di kawasan Teluk. UEA menjadi salah satu negara yang turut terdampak serangan balasan Iran tersebut.
Ketegangan politik kedua negara kemudian turut memengaruhi hubungan ekonomi. Pada Agustus, UEA mengumumkan penghentian sementara perdagangan dan transaksi keuangan dengan Iran.
Meski hubungan politik dan ekonomi sempat mengalami kemunduran, Dubai tetap memiliki posisi penting bagi Iran. Kota terbesar di UEA itu telah lama menjadi tempat tinggal komunitas Iran dalam jumlah besar.
Menurut laporan AFP, sejumlah produk asal Iran juga masih ditemukan di pasar-pasar Dubai. Barang-barang tersebut antara lain masuk melalui pelabuhan di Oman.
Dubai juga tetap menjadi salah satu jalur ekonomi strategis bagi Iran di tengah tekanan sanksi yang diberlakukan Amerika Serikat dan negara-negara lainnya.
Penampakan peta Selat Hormuz dan pesisir Fujairah di Dubai, Uni Emirat Arab (Antara)