Ntvnews.id, Jakarta - Ketidakpastian ekonomi yang dipicu kenaikan biaya hidup, gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), serta suku bunga yang masih tinggi tidak menyurutkan minat masyarakat untuk memiliki rumah. Namun, di tengah kondisi tersebut, calon pembeli kini cenderung lebih selektif dalam menentukan skema pembiayaan agar cicilan tetap terjangkau.
CEO & Founder Pinhome Dayu Dara Permata mengatakan, perubahan arah kebijakan suku bunga telah memengaruhi cara masyarakat dalam mengambil keputusan pembiayaan rumah.
“Perubahan arah kebijakan suku bunga mendorong masyarakat untuk semakin selektif dalam memilih skema pembiayaan rumah. Di tengah kondisi tersebut, kami melihat pasar tidak melemah, melainkan beradaptasi,” ujar CEO & Founder Pinhome Dayu Dara Permata, di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.
Pinhome mencatat aktivitas take over KPR kini mendominasi sekitar 60 persen pasar KPR. Sementara itu, permintaan KPR komersial masih didominasi rumah pada segmen harga Rp300 juta hingga Rp1 miliar dengan porsi sekitar 49 persen. Adapun rumah dengan harga di bawah Rp300 juta menyumbang sekitar 21 persen dari total permintaan.
Baca Juga: Pasangan Guru Bersyukur Dapat Rumah dari Program KPR Prabowo: Murah, Mewah, Fasum Lengkap
Di sisi lain, minat masyarakat untuk memiliki rumah tetap bertahan. Hal itu tercermin dari aktivitas pencarian rumah yang tumbuh rata-rata 13 persen per bulan sepanjang Semester I/2026, meski calon pembeli kini lebih berhati-hati sebelum mengambil keputusan.
Pinhome juga melihat adanya perubahan preferensi konsumen. Masyarakat mulai beralih ke rumah bekas siap huni yang dinilai lebih efisien di tengah kenaikan biaya pembangunan. Pergeseran tersebut menunjukkan bahwa masyarakat berupaya menyesuaikan kemampuan finansial tanpa mengurungkan rencana untuk memiliki hunian.
“Kebutuhan memiliki hunian tetap tinggi, sementara konsumen semakin aktif mencari solusi pembiayaan yang paling sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini,” kata Dayu.
Menurut Pinhome, kondisi tersebut menunjukkan pasar pembiayaan rumah bukan mengalami pelemahan, melainkan sedang beradaptasi dengan dinamika ekonomi. Kepemilikan rumah pun kini semakin dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup, bukan sekadar memenuhi kebutuhan tempat tinggal.
CEO Pinhome (NTV Dedi)