BPS: Belanja Pemerintah Melonjak 15,97 Persen, Ditopang Program MBG

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Agu 2026, 12:30
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip foto - Pekerja menyiapkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)  Arsip foto - Pekerja menyiapkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen pada kuartal II 2026 secara tahunan (yoy).

BPS mencatat seluruh komponen pengeluaran mencatat pertumbuhan positif pada kuartal II 2026 secara yoy.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Edy Mahmud mengatakan konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, disusul oleh investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).

"Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar pada PDB adalah konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 53,32 persen dan tumbuh 5,06 persen. Disusul kemudian PMTB dengan kontribusi 29,36 persen dan tumbuh 6,87 persen. Kontribusi total kedua komponen ini sebesar 82,68 persen," ucap Edy dalam konferensi pers, Rabu 5 Agustus 2026.

Baca juga: BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Kuartal II 2026

Edy menjelaskan penguatan konsumsi rumah tangga tidak lepas dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama momen hari libur dan hari besar keagamaan pada kuartal II 2026.

"Subkomponen konsumsi rumah tangga yang tumbuh tinggi adalah restoran dan hotel tumbuh 6,47 persen, transportasi dan komunikasi tumbuh sebesar 5,71 persen," jelasnya.

Sementara itu, pertumbuhan PMTB tercermin dari meningkatnya investasi pada berbagai sektor. Dalam hal ini, subkomponen kendaraan tumbuh 26,03 persen, peralatan lainnya meningkat 16,18 persen, serta realisasi investasi yang tercatat oleh Kementerian Investasi/BKPM tumbuh 7,14 persen.

BPS juga mencatat konsumsi pemerintah menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi pada kuartal II 2026 mencapai 15,97 persen.

Baca juga: BPS Proyeksi Produksi Beras Nasional Tembus 28,71 Juta Ton hingga September 2026

Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya realisasi belanja pegawai, termasuk pembayaran gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri, serta percepatan pembayaran tunjangan tenaga pendidik non PNS.

Peningkatan belanja barang dan jasa pemerintah, termasuk penyaluran bantuan kepada masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menopang kenaikan konsumsi pemerintah.

"Konsumsi pemerintah juga tumbuh juga didorong oleh peningkatan realisasi belanja barang dan jasa terutama pada belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat berupa salah satunya berupa Program Makan Bergizi Gratis," tandasnya.

TERKINI

Load More

HIGHLIGHT

x|close