Petani Makin Sejahtera di Era Prabowo, NTP per Juli 2026 Sentuh 127,84

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Agu 2026, 17:30
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (kanan) dalam panen raya bersama TNI di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026) Presiden Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (kanan) dalam panen raya bersama TNI di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026) (antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Di era Presiden RI Prabowo Subianto, kesejahteraan petani terus meningkat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2026 mencapai 127,84.

Peningkatan NTP ini mencerminkan daya beli petani yang tetap terjaga karena penurunan biaya yang dikeluarkan petani lebih besar dibandingkan penurunan harga hasil pertanian.

"Nilai Tukar Pertanian pada Juli 2026 tercatat sebesar 127,84 atau naik 0,15 persen dibandingkan Juni 2026. Peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima oleh petani turun 0,10 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani turunnya lebih dalam, yaitu 0,25 persen," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam keterangan pers, Senin, 3 Agustus 2026.

Ateng menjelaskan kenaikan NTP Juli 2026 terjadi karena Indeks Harga yang Dibayar (Ib) petani turun lebih dalam dibandingkan Indeks Harga yang Diterima (It).

Ia menyebut NTP merupakan indikator yang menggambarkan kemampuan atau daya beli petani. Kenaikan NTP menunjukkan daya tukar hasil pertanian terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga serta kebutuhan produksi berada dalam kondisi yang lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca Juga: Prabowo: Terima Kasih Petani -Nelayan, Kau Adalah Pahlawan Sebenarnya

Peningkatan NTP nasional pada Juli 2026 ditopang oleh membaiknya kinerja subsektor pertanian. Subsektor tanaman perkebunan rakyat mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,67 persen, diikuti tanaman pangan 1,32 persen.

Pada subsektor tanaman pangan, kenaikan NTP didorong meningkatnya harga padi dan palawija, sementara di subsektor perkebunan rakyat dipengaruhi menguatnya harga komoditas kakao dan kelapa sawit.

Secara kumulatif, kondisi kesejahteraan petani sepanjang tahun juga masih menunjukkan tren yang baik. Pada periode Januari hingga Juli 2026, NTP nasional tercatat sebesar 126,13 atau meningkat 2,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sebanyak 26 dari 38 provinsi berhasil mencatat kenaikan NTP pada Juli 2026, dengan Sulawesi Tenggara menjadi provinsi dengan kenaikan tertinggi sebesar 8,89 persen.

Baca Juga: Prabowo Terharu Ijtima Ulama PKB Dukung Arah Baru Ekonomi untuk Kesejahteraan Rakyat

Lonjakan NTP pada Juli 2026 ini menjadi sinyal positif bahwa sektor pertanian semakin kuat, produktif, dan menguntungkan. Pada beberapa kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, pun menegaskan capaian ini didukung oleh berbagai langkah percepatan yang dilakukan Kementan.

Contohnya, melalui peningkatan luas tanam, optimasi lahan, rehabilitasi dan normalisasi irigasi, penyediaan benih unggul, bantuan alat dan mesin pertanian, hingga penguatan pendampingan petani di berbagai daerah sentra produksi.

Kementan terus memperkuat berbagai program strategis untuk meningkatkan produktivitas, menjaga efisiensi biaya usaha tani, memperluas penyerapan hasil panen, serta memperkuat stabilitas harga komoditas pertanian.

HIGHLIGHT

x|close