Rupiah Melemah ke Level Rp18.031 per Dolar AS, Pasar Nantikan Data Ekonomi RI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Agu 2026, 09:50
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi dolar dan rupiah Ilustrasi dolar dan rupiah (Antara/ Reno Esnir)

Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin 3 Agustus 2026 pagi. 

Adapun mata uang Garuda tercatat turun 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp18.031 per dolar AS.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah masih berpeluang menguat terbatas seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Sentimen positif datang setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan telah membatalkan rencana serangan terhadap Iran. 

Baca juga: Rupiah Diprediksi Tembus Rp18.300 per Dolar AS Pada Minggu Ini

Perkembangan tersebut meningkatkan harapan pasar terhadap perdamaian di kawasan Timur Tengah dan menopang pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh harapan damai di Timur Tengah setelah Trump mengatakan pada Minggu pagi bahwa ia telah membatalkan rencana serangan terhadap Iran," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Senin 3 Agustus 2026.

Kendati demikian, ia menilai penguatan rupiah masih akan terbatas karena pelaku pasar memilih menunggu rilis sejumlah data ekonomi domestik yang dijadwalkan keluar pada siang hari.

Data yang menjadi perhatian investor antara lain neraca perdagangan Indonesia serta data inflasi, yang diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan rupiah.

Baca juga: Jelang Akhir Pekan, Rupiah Menguat ke Rp18.074 per Dolar AS

"Penguatan akan terbatas dengan investor menantikan rilis data-data ekonomi penting domestik siang ini yaitu perdagangan dan inflasi," lanjutnya.

Nilai tukar rupiah diproyeksi bergerak dalam kisaran Rp17.950 hingga Rp18.100 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

HIGHLIGHT

x|close