Ntvnews.id, Kalimantan Tengah - Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Jumat 31 Juli 2026.
Adapun mata uang Garuda naik 37 poin atau 0,20 persen ke level Rp18.074 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah berpeluang melanjutkan penguatan seiring pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi setelah rilis sejumlah data ekonomi Negeri Paman Sam.
Menurutnya, dolar AS tertekan akibat data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) dan produk domestik bruto (PDB) AS yang tercatat jauh lebih lemah dibandingkan ekspektasi pasar.
"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah tajam setelah data inflasi PCE dan PDB AS yang jauh lebih lemah dari perkiraan," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Jumat 31 Juli 2026.
Baca juga: Rupiah Hari Ini Tertekan, Diproyeksi Bergerak di Kisaran Rp18.000-Rp18.100
Baca juga: Rupiah Melemah ke Level Rp18.099 per Dolar AS Seiring Lonjakan Harga Minyak Mentah Dunia
Meski demikian, Lukman menilai ruang penguatan rupiah masih berpotensi terbatas.
Hal itu dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia, serta sentimen dalam negeri yang dinilai masih lemah.
"Penguatan mungkin tebatas oleh eskalasi di timteng dan kenaikan harga minyak mentah dunia serta sentimen domestik yang masih lemah," lanjutnya.
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Rp18.000 hingga Rp18.050 per dolar AS.
Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj. (Antara)