Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Selasa 28 Juli 2026.
Adapun mata uang Garuda turun 61 poin atau 0,34 persen menjadi Rp18.070 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi oleh sentimen negatif setelah pengunduran diri Perry Warjiyo dari Gubernur Bank Indonesia (BI).
"Rupiah diperkirakan akan kembali melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen negatif investor merespon pengunduran diri gubernur BI kemarin yang masih membebani," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Selasa 28 Juli 2026.
Baca juga: Rupiah Dibuka Melemah Dekati Rp18.000 per Dolar AS usai Perry Warjiyo Mundur dari BI
Baca juga: Rupiah Dekati Level Rp18 Ribu per Dolar AS Seiring Memanasnya Konflik Timur Tengah
Menurutnya, kekhawatiran investor terhadap perkembangan tersebut mendorong tekanan terhadap rupiah di tengah meningkatnya permintaan terhadap dolar AS.
Selain faktor domestik, penguatan indeks dolar AS juga menjadi mempengaruhi terhadap rupiah.
Indeks dolar tercatat naik ke level tertinggi dalam satu bulan menjelang rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu waktu setempat.
"Indeks dolar AS sendiri naik mencapai level tertinggi sebulan menjelang FOMC besok oleh antisipasi pernyataan hawkish dari kepala the Fed," lanjutnya.
Untuk perdagangan hari ini pergerakan rupiah diproyeksi akan bergerak di kisaran Rp17.950 hingga Rp18.100 per dolar AS
Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww) (Antara)