Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tipis pada perdagangan Kamis 23 Juli 2026.
Adapun mata uang Garuda naik 3 poin atau 0,02 persen ke level Rp17.914 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah masih tertahan di tengah kenaikan harga minyak dunia yang dipicu meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
"Rupiah menguat tipis terhadap dolar AS di tengah harga minyak yang kembali naik oleh tensi geopolitik di Timur Tengah. Penguatan terbatas ini seiring mulai membaiknya sentimen domestik akhir-akhir ini," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Kamis 23 Juli 2026.
Baca juga: Rupiah Melemah ke Rp17.930 per Dolar AS, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga BI
Baca juga: Rupiah Perkasa ke Rp17.937 per Dolar AS Seiring Harapan Damai AS-Iran
Ia menambahkan, hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar pada Rabu 22 Juli 2026 kemarin juga memberikan sentimen positif bagi pasar.
Meski mempertahankan suku bunga acuan, BI meluncurkan sejumlah insentif baru yang dinilai dapat memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.
"Dari RDG BI kemarin, walau mempertahankan tingkat suku bunga, namun langkah BI memberi insentif baru yang diantaranya mengurangi biaya transaksi lindung nilai valuta asing dengan bank sentral dan mendorong penggunaan mata uang selain dolar AS diharapkan bisa mendukung rupiah," lanjutnya.
Untuk perdagangan hari ini diperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS.
Ilustrasi dolar dan rupiah (Antara/ Reno Esnir)