Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin 20 Juli 2026 dibuka melemah.
Adapun mata uang Garuda bergerak melemah 56 poin atau 0,31 persen menjadi Rp17.977 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang kembali mendorong kenaikan harga minyak dunia serta menguatnya indeks dolar AS.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya eskalasi di Timur Tengah yang kembali melonjakkan harga minyak dunia dan indeks dolar AS," ucap Lukman saat dihubungi Ntvnews.id, Senin 20 Juli 2026.
Baca juga: Rupiah Pada Jumat Menguat ke Level Rp17.980 per Dolar AS
Baca juga: Rupiah Melemah Tipis ke Rp18.071 per Dolar AS Tertekan Geopolitik Timur Tengah
Lebih lanjut, ia menilai pelemahan rupiah berpotensi terbatas karena masih ditopang sentimen positif dari dalam negeri.
Menurutnya aliran dana asing yang masuk ke pasar ekuitas maupun pasar Surat Berharga Negara (SBN) dinilai mampu memberikan dukungan bagi pergerakan mata uang domestik.
"Namun perlemahan mungkin bisa terbatas oleh dukungan sentimen kuat domestik dari inflow dana asing di pasar ekuitas maupun SBN," lanjutnya.
Ia memperkirakan pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini berada pada kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.
Mata uang Rupiah dan Dolar AS/ist