Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Kamis 9 Juli 2026.
Adapun mata uang Garuda tercatat melemah 52 poin atau 0,29 persen menjadi Rp18.066 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah masih berpotensi berlanjut seiring meningkatnya sentimen risk off di pasar keuangan global.
Menurutnya, eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan dolar AS.
Baca juga: Rupiah Selasa Makin Dekati Rp18.000 per Dolar AS
Baca juga: Rupiah Pada Rabu Melemah ke Level Rp17.984 per Dolar AS
"Rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off oleh eskalasi geopolitik di Timur Tengah," ucap Lukman, Kamis 9 Juli 2026.
Sementara itu dari dalam negeri data penjualam ritel yang kembali menunjukkan penurunan juga ikut menekan rupiah.
"Dari domestik, data penjualam ritel yang kembali menunjukkan penurunan juga ikut menekan rupiah," lanjutnya.
Pergerakan rupiah pada hari ini diperkirakan berada pada kisaran Rp17.950 hingga Rp18.100 per dolar AS.
Ilustrasi - Pemerintah tengah menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Harga Rupiah (Redenominasi), dengan target rampung pada 2027. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) (Antara)