Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Rabu 1 Juli 2026.
Adapun mata uang garuda turun 37 poin atau 0,21 persen ke level Rp17.944 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dipicu oleh rebound dolar AS setelah data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) menunjukkan hasil yang lebih kuat dari ekspektasi pasar.
"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang rebound oleh data pekerjaan AS Jolt yang lebih kuat dari perkiraan melonjakkan imbal hasil obligasi AS dan ekspektasi suku bunga the Fed," ucap Lukman, Rabu 1 Juli 2026.
Baca juga: Rupiah Selasa Melemah ke Level Rp17.883 per Dolar AS
Arsip foto - Pegawai Bank Aceh Syariah (BAS) Cabang Meulaboh menyiapkan uang rupiah untuk kebutuhan Lebaran di Kantor Bank Aceh Cabang Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Selasa (3/3/2026). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/tom/pri. (Antara)
Baca juga: DEN: Ekonomi Indonesia Masih Cukup Baik, Tapi Pelemahan Rupiah Perlu Diwaspadai
Ia memperkirakan pelemahan rupiah akan berlangsung terbatas karena pelaku pasar masih menunggu rilis sejumlah data ekonomi domestik, terutama inflasi dan neraca perdagangan Indonesia.
"Perlemahan diperkirakan terbatas, dengan investor menantikan data inflasi dan perdagangan Indonesia yg akan dirilis siang ini," lanjutnya.
Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diproyeksi berada dalam kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS.
Ilustrasi dolar dan rupiah (Antara/ Reno Esnir)