Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Kamis 18 Juni 2026 pagi.
Adapun mata uang Garuda tercatat turun 94 poin atau 0,53 persen menjadi Rp17.856 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dipicu penguatan dolar AS setelah hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) memberi sinyal bahwa bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), masih berpotensi menaikkan suku bunga acuan pada tahun ini.
"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat setelah dalam rapat FOMC mensinyalkan bahwa the Fed berpotensi menaikkan suku bunga tahun ini memicu sentiment risk off di pasar," ucap Lukman, Kamis 18 Juni 2026.
Baca juga: Rupiah Melemah ke Rp17.738 per Dolar AS, Investor Tunggu Kepastian Damai AS-Iran
Baca juga: Rupiah Awal Pekan Menguat ke Rp17.778 per Dolar AS Seiring Harapan Damai AS-Iran
Kendati demikian, Lukman menilai rupiah masih berpeluang mendapatkan dukungan dari kebijakan domestik.
Ia menyoroti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan diumumkan sore ini.
Menurutnya apabila Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuannya, langkah tersebut berpotensi memberikan sentimen positif bagi rupiah dan membantu menahan tekanan pelemahan lebih lanjut.
"Namun RGDBI sore ini yang apabila kembali menaikkan suku bunga, bisa memberikan dukungan," lanjutnya.
Untuk perdagangan hari ini rupiah diperkirakan akan bergerak dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.900 per dolar AS.
Ilustrasi - Pemerintah tengah menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Harga Rupiah (Redenominasi), dengan target rampung pada 2027. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) (Antara)