Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tipis pada perdagangan Kamis 11 Juni 2026.
Adapun mata uang Garuda tercatat naik 3 poin atau 0,02 persen ke level Rp17.941 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan terhadap dolar AS.
Namun, ia meyebut ruang penguatan diperkirakan terbatas akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.
Baca juga: Pemerintah Optimistis Nilai Tukar Rupiah Akan Menguat di Semester II
Baca juga: Rupiah Menguat ke Rp17.900 per dolar AS Seiring Kebijakan Kenaikan BI Rate
"Rupiah masih berpotensi menguat terhadap dolar AS, namun pernguatan diperkirakan terbatas oleh eskalasi di Timteng dan kenaikan harga minyak mentah dunia," ucap Lukman, Kamis 11 Juni 2026.
Meski demikian, rupiah masih berpotensi bergerak stabil dengan kecenderungan menguat.
Untuk perdagangan hari ini, diperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS.
Ilustrasi dolar dan rupiah (Antara/ Reno Esnir)