Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimis rupiah bisa menguat dalam jangka waktu yang tidak lama lagi.
Untuk itu, pemerintah belum akan mengubah asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 di tengah kurs saat ini masih berada di kisaran Rp18.000 per dollar AS.
Purbaya menegaskan, pemerintah tetap optimistis rupiah dapat menguat ke level Rp17.500 per dollar AS pada tahun depan.
"Kalau sekarang terlalu cepat untuk mengubah asumsi rupiah-dolar. Ini masih gejolak awal, kita belum tahu titik stabilnya di mana," ujar Purbaya usai bertemu Menteri PPN/Kepala Bappenas di Kantor Bappenas Rachmat Pambudy, Senin malam, 8 Juni 2026.
Baca juga: Purbaya Temui Bappenas, Matangkan Strategi Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Baca juga: Purbaya Respons Santai Isu Geser ke BI dan Chatib Basri Masuk Kemenkeu
Lebih lanjut, Purbaya menilai ruang penguatan rupiah masih cukup lebar.
"Saya pikir ruang untuk penguatan terbuka lebar, selama kita berdua (Kemenkeu dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas), beliau merancang, saya mencoba membiayai pembangunannya, dan Bapak Presiden memberikan arah yang pas, ruang untuk tumbuh lebih cepat terbuka lebar," ujar Purbaya.
Menurutnya apabila pertumbuhan ekonomi bisa dipercepat sesuai target pemerintah, nilai tukar rupiah secara bertahap juga berpotensi menguat.
"Kalau itu terjadi, maka otomatis rupiahnya harusnya pelan-pelan akan menguat," tandasnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimis rupiah bisa menguat dalam jangka waktu yang tidak lama lagi. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)