Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan Senin 8 Juni 2026 pagi.
Adapun mata uang Garuda tercatat turun 71 poin atau 0,39 persen menjadi Rp18.107 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah masih berpotensi mengalami tekanan seiring menguatnya mata uang Negeri Paman Sam tersebut.
Menurutnya, pelemahan rupiah terjadi di tengah penguatan dolar AS yang didorong oleh rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan pasar.
"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang menguat tajam setelah data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan," ucap Lukman, Senin 8 Juni2 2026.
Baca juga: Dasco Panggil Purbaya hingga Bos BI, Cari Cara Jaga Rupiah
Baca juga: BI dan Pemerintah Perkuat Sinergi, Siapkan Dua Strategi Menjaga Stabilitas Rupiah
Lebih lanjut, perlemahan nilai tukar rupiah juga dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya eskalasi konflik di wilayah tersebut mendorong investor mencari aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS.
"Eskalasi baru di Timur Tengah juga ikut mendukung dolar dan menekan rupiah," lanjutnya.
Pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan akan berada dalam kisaran Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS.
Ilustrasi - Pemerintah tengah menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Harga Rupiah (Redenominasi), dengan target rampung pada 2027. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) (Antara)