Ntvnews.id, Jakarta - Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi merespons anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar pada Kamis, 4 Juni 2026. Diketahui, nilai tukar rupiah melemah hingga sempat menyentuh level Rp 18.041 per dolar AS.
Pras menyatakan, pemerintah meyakini IHSG dan nilai tukar rupiah akan kembali pulih. Hal ini mengingat fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat yang tercermin dari pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang tetap terjaga.
"Kiita harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi, kemudian dari inflasi yang masih terjaga, insyaallah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat," kata Pras, sapaan Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Baca Juga: Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Cederai Manfaat MBG
Meski demikian, Pras menyatakan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mencermati dan mengambil langkah yang diperlukan.
"Berkenaan dengan masalah rupiah, kami, pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah," katanya.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi (NTVnews)