Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat 5 Juni 2026. Mata uang Rupiah tercatat turun 17 poin atau 0,09 persen ke level Rp18.066 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah masih berpotensi mengalami pelemahan terhadap dolar AS, meski pergerakannya diperkirakan terbatas.
"Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah namun terbatas terhadap dolar AS," ucap Lukman, Jumat 5 Juni 2026.
Menurutnya, dolar AS saat ini cenderung bergerak datar seiring munculnya sinyal yang beragam terkait harapan perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Media Asing Soroti Pelemahan Rupiah
Baca juga: Rupiah Jeblok, DPR Pertanyakan Kinerja Bank Indonesia
"Indeks dolar AS sendiri terpantau datar oleh sinyal beragam seputar harapan damai di timteng, investor juga cenderung wait and see menantikan data pekerjaan AS NFP malam ini," ungkapnya.
Dari dalam negeri, ia menyoroti implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang dinilai dapat memunculkan kekhawatiran pasar terkait independensi Bank Indonesia (BI).
"UU P2SK juga dipandang akan semakin menghilangkan indepensi BI dan menekan sentimen investor" jelasnya.
Untuk perdagangan hari ini diperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp18.000 hingga Rp18.100 per dolar AS.
Mata uang Rupiah dan Dolar AS/ist