Kazakhstan Desak Putin Bekukan Perang Ukraina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Jul 2026, 05:19
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Ana Tili pada Jumat (3/1), sebagaimana dikutip Kedutaan Besar Kazakhstan di Jakarta, menyampaikan pencapaian utama negara tersebut pada tahun 2024. ANTARA/foto-Anado Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Ana Tili pada Jumat (3/1), sebagaimana dikutip Kedutaan Besar Kazakhstan di Jakarta, menyampaikan pencapaian utama negara tersebut pada tahun 2024. ANTARA/foto-Anado (Antara)

Ntvnews.id, Astana - Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev menyerukan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin agar membekukan konflik di Ukraina dan kembali menggunakan kerangka Formula Istanbul 2.0. Menurutnya, mekanisme tersebut pernah mencatat kemajuan penting dalam proses perundingan damai antara Rusia dan Ukraina.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kota Omsk, Rusia, pada Sabtu, Tokayev menegaskan bahwa Kazakhstan bukan pihak yang terlibat langsung dalam konflik tersebut, namun juga tidak memiliki niat untuk bertindak sebagai mediator. Ia menyatakan keyakinannya bahwa Rusia memiliki kemampuan untuk menyelesaikan konflik melalui jalur diplomatik.

Tokayev mengungkapkan bahwa dirinya menerima banyak pandangan dari negara-negara Eropa dan Amerika Serikat terkait konflik yang disebutnya sebagai perang antarnegara. Ia juga memberikan apresiasi terhadap apa yang disebut sebagai fleksibilitas diplomatik Putin saat bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Anchorage, Alaska, pada Agustus tahun lalu.

"Barangkali konflik ini perlu dibekukan, dan kita harus kembali ke Formula Istanbul 2.0 karena kemajuan yang signifikan pernah dicapai di sana," ujar Tokayev, seperti dikutip dari Yeni Safak, Minggu, 26 Juli 2026.

Menurut Tokayev, pendekatan tersebut dapat menjadi fondasi untuk mewujudkan perdamaian yang telah lama dinantikan dengan dukungan dan jaminan dari negara-negara besar, termasuk Rusia.

Ia juga mengingatkan bahwa perang yang terus berlanjut hanya akan memberikan keuntungan bagi pihak-pihak yang menjadi lawan baik Rusia maupun Ukraina.

Baca Juga: Putra Donald Trump Dalam Proyek Tambang Kazakhstan

Meski tidak merinci konsep Formula Istanbul 2.0, Istanbul telah beberapa kali menjadi lokasi perundingan damai antara Rusia dan Ukraina. Putaran awal negosiasi digelar pada pekan-pekan pertama setelah perang pecah, sementara tiga putaran lanjutan berlangsung pada 2025, yakni pada 16 Mei, 2 Juni, dan 23 Juli.

Serangkaian perundingan tersebut menghasilkan kesepakatan pertukaran tahanan dalam jumlah besar, sekaligus penyusunan rancangan memorandum yang memuat posisi masing-masing pihak sebagai dasar menuju kemungkinan tercapainya kesepakatan damai.

Hubungan Ekonomi Kazakhstan-Rusia Terus Menguat

Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Ana Tili pada Jumat (3/1), sebagaimana dikutip Kedutaan Besar Kazakhstan di Jakarta, menyampaikan pencapaian utama negara tersebut pada tahun 2024. ANTARA/foto-Anado <b>(Antara)</b> Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Ana Tili pada Jumat (3/1), sebagaimana dikutip Kedutaan Besar Kazakhstan di Jakarta, menyampaikan pencapaian utama negara tersebut pada tahun 2024. ANTARA/foto-Anado (Antara)

Selain membahas perkembangan konflik Ukraina, Tokayev dan Putin turut meninjau kerja sama ekonomi antara Kazakhstan dan Rusia. Tokayev menyampaikan bahwa Rusia saat ini menjadi salah satu investor terbesar di Kazakhstan dengan nilai investasi yang mendekati US$30 miliar.

Ia menjelaskan kedua negara telah mengidentifikasi sebanyak 177 proyek industri bersama, dengan 122 proyek di antaranya telah direalisasikan. Total nilai proyek-proyek tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$53 miliar.

Sementara itu, Putin menegaskan bahwa hubungan Rusia dan Kazakhstan terus berkembang sebagai kemitraan strategis. Ia menyebut nilai perdagangan bilateral kedua negara pada tahun lalu mencapai sekitar US$27,8 miliar.

Putin juga mengungkapkan terdapat sekitar 70 proyek investasi yang melibatkan perusahaan Rusia di Kazakhstan dengan total nilai sekitar US$30 miliar, sehingga Rusia tetap menjadi investor terbesar di negara tersebut.

Di sektor energi, Tokayev mengatakan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir pertama Kazakhstan di kawasan dekat Danau Balkhash terus menunjukkan perkembangan. Menurutnya, proyek itu tidak hanya akan memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga memperluas kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang nuklir dengan dukungan Rusia.

Menutup pertemuan tersebut, Putin menyatakan akan memberikan penjelasan lebih rinci kepada Tokayev mengenai perkembangan terbaru situasi di Ukraina. Kedua pemimpin juga menegaskan komitmen untuk terus mempererat kerja sama melalui berbagai organisasi kawasan, termasuk Collective Security Treaty Organization (CSTO) dan Eurasian Economic Union (EAEU).

x|close