Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis 2 Juli 2026.
Adapun mata uang Garuda turun 26 poin atau 0,14 persen ke level Rp17.978 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan tekanan terhadap rupiah masih berasal dari menguatnya dolar AS di tengah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed).
Menurutnya kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS turut menopang penguatan dolar menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, khususnya data Non-Farm Payrolls (NFP).
"Rupiah diperkirakan masih tertekan dolar AS di tengah kenaikan imbal hasil obligasi AS oleh ekspektasi kenaikan suku bunga oleh the Fed yg meningkat menjelang rilis data pekerjaan AS NFP malam ini," ucap Lukman, Selasa 2 Juli 2026.
Baca juga: Rupiah Kembali Melemah ke Rp17.944 per Dolar AS Jelang Rilis Neraca Perdagangan
Baca juga: Rupiah Selasa Melemah ke Level Rp17.883 per Dolar AS
Kemudian, ia menilai faktor domestik juga belum mampu memberikan dukungan bagi penguatan rupiah. Tekanan jual yang masih dilakukan investor asing membuat mata uang domestik belum mampu keluar dari tren pelemahan.
"Sentimen domestik juga masih belum pulih dari tekanan jual investor asing," jelasnya.
Untuk perdagangan hari ini, diperkirakan pergerakan rupiah berada dalam kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye)