Rupiah Menguat ke Rp18.065 per Dolar AS Didukung Redanya Tensi Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Jul 2026, 10:45
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye) Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye)

Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Jumat 10 Juli 2026. 

Adapun mata uang Garuda naik 63 poin atau 0,35 persen ke level Rp18.065 per dolar AS.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah didorong oleh meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah.

"Rupiah diperkirakan berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah meredanya tensi di Timur Tengah," ucap Lukman, Jumat 10 Juli 2026.

Baca juga: Rupiah Jebol Lagi ke level Rp18 Ribu per Dolar AS

Baca juga: Rupiah Pada Rabu Melemah ke Level Rp17.984 per Dolar AS

Menurut Lukman, meredanya ketegangan tersebut dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menunjukkan sikap lebih lunak terhadap Iran. 

"Retorika Trump yang lebih lembut terhadap Iran dengan mengatakan bahwa bahwa dia mengizinkan negosiasi untuk terus berlanjut," lanjutnya.

Untuk perdagangan hari ini, rupiah memperkirakan pergerakan nilai tukar rupiah akan berada dalam kisaran Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS.

x|close