Rupiah Melemah ke Level Rp18.115 per Dolar AS di Tengah Memanasnya Situasi Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Jul 2026, 10:35
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww) Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -  Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Selasa 14 Juli 2026. 

Adapun rupiah turun 6 poin atau 0,03 persen ke level Rp18.115 per dolar AS.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia sekaligus menguatkan indeks dolar AS.

"Rupiah diperkirakan kembali melemah terhadap dolar AS di tengah situasi di Timur Tengah yang memanas memicu kenaikan tajam pada harga minyak mentah dunia dan indeks dolar AS," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Selasa 14 Juli 2026.

Baca juga: Rupiah Melemah ke Level Rp18.090 per Dolar AS di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah

Baca juga: Rupiah Menguat ke Rp18.065 per Dolar AS Didukung Redanya Tensi Timur Tengah

Meski demikian, Lukman menilai keputusan Standard & Poor's (S&P) yang mempertahankan peringkat kredit (credit rating) Indonesia diharapkan dapat menahan tekanan terhadap rupiah agar tidak mengalami pelemahan yang lebih dalam.

"Keputusan S&P mempertahankan rating kredit Indonesia diharapakan bisa sedikit banyak menahan perlemahan yang lebih tajam," lanjutnya.

Untuk perdagangan hari ini, rupiah memperkirakan akan bergerak di kisaran Rp18.050 hingga Rp18.200 per dolar AS.

x|close