Rupiah Dibuka Melemah Dekati Rp18.000 per Dolar AS usai Perry Warjiyo Mundur dari BI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Jul 2026, 10:28
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Mata uang Rupiah dan Dolar AS/ist Mata uang Rupiah dan Dolar AS/ist

Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin 27 Juli 2026.

Adapun mata uang Garuda turun 9 poin atau 0,05 persen ke level Rp17.972 per dolar AS.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah sebenarnya berpeluang menguat seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah penghentian aksi saling serang antara AS dan Iran.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, menyusul penghentian aksi saling serang antara AS dan Iran," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Senin 27 Juli 2026.

Baca juga: Ini Alasan Perry Warjiyo Mundur sebagai Gubernur BI

Baca juga: Destry Damayanti Ditunjuk Pimpin Sementara Bank Indonesia Usai Perry Warjiyo Mengundurkan Diri

Namun, penguatan rupiah diperkirakan akan terbatas karena pelaku pasar masih bersikap wait and see menjelang serangkaian agenda penting dari AS.

"Penguatan mungkin akan terbatas, dengan investor cenderung wait and see serentetan rilis data ekonomi penting AS diantaranya PDB dan inflasi PCE serta pertemuan FOMC," jelasnya.

Sementara itu, Lukman menilai pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo juga menjadi sentimen negatif bagi pergerakan rupiah.

"Pengunduran diri Gubernur BI juga bisa memerikan sentimen negatif pada rupiah," jelasnya.

Pergerakan rupiah pada hari ini diproyeksi di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS.

x|close