Serapan Tenaga Kerja Naik 522 Ribu Orang, Tingkat Pengangguran Terbuka RI Turun per Mei 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Agu 2026, 16:41
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud memaparkan perkembangan kondisi ketenagakerjaan Indonesia berdasarkan hasil Sakernas Mei 2026 dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/8/2026). Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud memaparkan perkembangan kondisi ketenagakerjaan Indonesia berdasarkan hasil Sakernas Mei 2026 dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/8/2026). (Bakom)

Ntvnews.id, Jakarta -5 Agustus 2026, Pasar kerja Indonesia kembali menunjukkan tren positif pada Mei 2026. Bertambahnya jumlah penduduk yang bekerja turut mendorong penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), menandakan daya serap tenaga kerja yang terus membaik.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang atau bertambah 497 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat sebesar 70,57 persen, naik tipis 0,01 persen poin.

Pada periode yang sama, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 148,19 juta orang atau meningkat 522 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Kenaikan tersebut terjadi pada berbagai kategori pekerjaan.

Baca juga: Bupati Sumedang: Longsor Jatinangor Dipicu Proyek TPT Tanpa Izin

"Jika dirinci, penduduk yang bekerja terdiri atas pekerja penuh sebanyak 98,98 juta orang atau bertambah 391.000 orang," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, di kantor BPS, Jakarta, Rabu (5/8).

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud memaparkan perkembangan kondisi ketenagakerjaan Indonesia berdasarkan hasil Sakernas Mei 2026 dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/8/2026). <b>(Bakom)</b> Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud memaparkan perkembangan kondisi ketenagakerjaan Indonesia berdasarkan hasil Sakernas Mei 2026 dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/8/2026). (Bakom)

Ia menambahkan, "Untuk pekerja paruh waktu sebanyak 38,42 juta orang atau meningkat sebanyak 72.000 orang. Serta untuk pekerja setengah pengangguran itu sebanyak 10,79 juta orang atau bertambah sebanyak 59.000 orang."

BPS mencatat sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi lapangan usaha dengan jumlah tenaga kerja terbesar. Sebanyak 42,60 juta orang bekerja di sektor tersebut atau setara dengan 28,75 persen dari total penduduk bekerja.

Dari sisi status pekerjaan, jumlah pekerja formal juga mengalami peningkatan. Pada Mei 2026, penduduk yang bekerja di sektor formal mencapai 60,31 juta orang atau sekitar 40,70 persen dari total pekerja, meningkat 0,12 persen poin dibandingkan Februari 2026.

Baca juga: BPS: Pengangguran Turun Jadi 7,22 Juta Orang pada Mei 2026

Selain itu, jumlah pekerja komuter juga menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan. Pada Mei 2026, terdapat 7,74 juta pekerja komuter atau bertambah sekitar 554 ribu orang dibandingkan tiga bulan sebelumnya.

Meningkatnya jumlah penduduk yang bekerja tersebut berdampak pada membaiknya kondisi pasar tenaga kerja secara keseluruhan.

BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 berada di angka 4,65 persen, turun 0,03 persen poin dibandingkan Februari 2026.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud memaparkan perkembangan kondisi ketenagakerjaan Indonesia berdasarkan hasil Sakernas Mei 2026 dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/8/2026). <b>(Bakom)</b> Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud memaparkan perkembangan kondisi ketenagakerjaan Indonesia berdasarkan hasil Sakernas Mei 2026 dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/8/2026). (Bakom)

"Penurunan tingkat pengangguran terbuka juga konsisten terjadi di wilayah perkotaan dan perdesaan," pungkas Edy Mahmud.

Baca juga: Menteri Wihaji Siapkan Program Andalan Cegah Angka Pengangguran hingga Gen Z ‘Ogah’ Menikah

HIGHLIGHT

x|close