Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyatakan inovasi dan penerapan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu fokus utama dalam peta jalan transformasi BUMN selama lima tahun.
Pernyataan itu disampaikan Dony kepada awak media di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026, saat menjelaskan arah strategi transformasi BUMN yang tengah disusun bersama antara Danantara dan BP BUMN.
“Pada tahun ketiga, kami bicara mengenai inovasi dan penerapan teknologi AI dan lain sebagainya,” ujar Dony kepada awak media di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
Dony menjelaskan tahap awal roadmap akan difokuskan pada konsolidasi dan restrukturisasi BUMN.
Baca Juga: Dony Oskaria Sebut 240 BUMN Sudah Dipangkas hingga Juli 2026
Selanjutnya, pada tahun kedua, perhatian akan diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta pembentukan budaya perusahaan atau corporate culture.
“Jadi, setelah mereka konsolidasi, tema keduanya nanti adalah berkaitan dengan people development dan corporate culture,” ucapnya.
Setelah itu, pada tahun ketiga, Danantara akan mulai memperkuat inovasi sekaligus mengimplementasikan teknologi AI di lingkungan BUMN.
Memasuki tahun keempat, fokus diarahkan pada penciptaan nilai atau value creation, termasuk menentukan perusahaan yang akan menggandeng mitra strategis, melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO), maupun tetap berstatus tertutup.
Baca Juga: Dony Oskaria Dorong Restrukturisasi BUMN Karya Untuk Perkuat Infrastruktur Nasional
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria (Antara)
“Tahun keempatnya baru kami bicara mengenai penciptaan nilai (value creation). Jadi, mana yang akan kami strategic partnership, mana yang akan IPO, mana yang tetap tertutup, itu kami diskusikan juga dengan Kementerian Keuangan,” kata Dony.
Pada tahun kelima, Danantara akan menetapkan target keuangan yang lebih tinggi sebagai bagian dari tahapan transformasi.
“Jadi, setiap tahunnya tentu ada target laba. Jadi, kita mulai dari pengembangan visi, kemudian misi, dan juga target yang ingin dicapai per tahunnya,” ucap Dony.
BP BUMN bersama Danantara saat ini terus mematangkan peta strategi lima tahun sebagai pedoman dalam memperkuat daya saing perusahaan pelat merah melalui transformasi yang menyeluruh.
Roadmap tersebut mencakup penguatan fundamental bisnis, pengembangan talenta, pemanfaatan teknologi, hingga peningkatan daya saing global.
Melalui strategi tersebut, BP BUMN dan Danantara menargetkan semakin banyak BUMN Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional, termasuk masuk ke dalam daftar Fortune 500.
(Sumber: Antara)
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria. (Antara)