Momen Prabowo Tinjau Langsung Hasil Riset dan Inovasi BRIN di Istana

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Agu 2026, 18:42
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Momen Prabowo Tinjau Langsung Hasil Riset dan Inovasi BRIN di Istana Momen Prabowo Tinjau Langsung Hasil Riset dan Inovasi BRIN di Istana (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung berbagai hasil penelitian dan inovasi yang dikembangkan para periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman tengah Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026. Kegiatan tersebut berlangsung selama lebih dari satu jam.

Untuk pertama kalinya, lebih dari 150 periset dan peneliti BRIN dari berbagai wilayah Indonesia mendapat kesempatan mempresentasikan sekaligus memperlihatkan hasil riset dan inovasi mereka secara langsung kepada Presiden Prabowo.

Beragam inovasi yang ditampilkan mayoritas berkaitan dengan program prioritas pemerintah. Beberapa di antaranya mencakup teknologi untuk mendukung pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat (SR), gentengisasi, pengelolaan sampah, kemandirian energi, ketahanan pangan, pertahanan dan keamanan, hingga program pembangunan tiga juta rumah.

Baca Juga: Mensesneg Tegaskan Tidak Ada Surpres Penggantian Kapolri

Didampingi Kepala BRIN Arif Satria dan Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian, Prabowo mengunjungi sejumlah stan riset, salah satunya booth Teknologi Kedirgantaraan dan Keantariksaan.

Di lokasi tersebut, peneliti BRIN memaparkan teknologi satelit yang membawa kamera hasil produksi dalam negeri. Perangkat tersebut dikembangkan di laboratorium BRIN di Bogor, Jawa Barat, dan telah dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pemetaan, termasuk dalam mengidentifikasi dampak bencana.

Momen Prabowo Tinjau Langsung Hasil Riset dan Inovasi BRIN di Istana <b>(NTVnews)</b> Momen Prabowo Tinjau Langsung Hasil Riset dan Inovasi BRIN di Istana (NTVnews)

Prabowo kemudian melihat tiga inovasi yang berpotensi mendukung pembangunan giant sea wall. Teknologi tersebut antara lain berupa tanggul tegak multifungsi yang sekaligus dapat menghasilkan energi listrik serta pemecah gelombang yang telah diterapkan di sejumlah wilayah pantai Indonesia.

Presiden selanjutnya menghabiskan waktu cukup lama di booth Teknologi Nuklir. Di sana, Prabowo berdiskusi dengan sejumlah menteri yang turut mendampinginya, yakni Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa Didit Herdiawan Ashaf, serta CTO Danantara Sigit P. Santosa.

Para peneliti BRIN yang mengembangkan teknologi nuklir menyampaikan kesiapan mereka untuk mendukung rencana pemerintah dalam membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Dalam pemaparannya, peneliti BRIN menyebut Indonesia memiliki potensi sumber daya Uranium hingga 89.000 ton dan Thorium sebanyak 143.000 ton. Mereka juga menjelaskan bahwa saat ini peneliti BRIN telah mampu melakukan pemurnian Uranium hingga mencapai 60 persen.

Secara keseluruhan, terdapat 15 booth dari berbagai bidang penelitian dan inovasi yang dikunjungi Prabowo. Berbagai booth tersebut merupakan bagian dari delapan agenda riset nasional, mulai dari kedirgantaraan dan keantariksaan, ketahanan air, tenaga nuklir, energi dan mineral, lingkungan serta pengelolaan sampah, perumahan dan kebencanaan, kesehatan, transportasi, MBG, pangan dan pertanian, pendidikan, perikanan, pertahanan dan keamanan, hingga pelestarian warisan budaya.

Mensesneg yang juga Juru Bicara Presiden RI, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa hasil penelitian yang dipamerkan di Istana bukan hanya sekadar pajangan.

"Ini penanda Indonesia memiliki kapasitas nyata untuk menjawab kebutuhan strategis bangsa secara mandiri, khususnya di bidang strategis seperti pangan, energi, air, kesehatan, pertahanan, dan industrialisasi nasional," kata Prasetyo Hadi.

HIGHLIGHT

x|close