Ntvnews.id
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan bahwa sebanyak 2.843 posisi padat karya, nantinya beberapa dinas sudah diminta untuk segera membuka.
"Jadi, yang untuk program padat karya di DKI Jakarta kan jumlahnya 2.843. Nanti beberapa dinas saya sudah minta untuk segera dibuka," ucapnya di Jakarta Pusat, Jumat, 19 Juni 2026.
Ia menegaskan bahwa program tersebut akan mulai berjalan dalam beberapa minggu ke depan. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah DKI untuk memberikan perlindungan sosial sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi warga yang membutuhkan.
Baca Juga: Pemprov DKI Akan Buka 2.843 Loker Padat Karya, Ketua DPRD Respons Begini
Politisi PDI Perjuangan tersebut menilai, keberadaan program padat karya sangat penting di tengah kebutuhan masyarakat terhadap kesempatan kerja yang cepat dan mudah diakses.
"Dalam minggu-minggu depan ini harus sudah ada. Karena memang kebutuhan untuk membuat bantalan sosial lebih baik itu diperlukan," ungkapnya.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam program ini adalah kemudahan persyaratan bagi para pelamar. Pramono memastikan bahwa warga yang ingin mengikuti program padat karya cukup memiliki KTP DKI Jakarta tanpa harus dibebani persyaratan pendidikan tertentu.
Menurutnya, fokus utama pemerintah adalah memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat yang membutuhkan, bukan menitikberatkan pada latar belakang akademik.
"Yang paling penting adalah syaratnya KTP Jakarta, tidak ditanya mengenai ijazah, dan yang paling lebih penting lagi adalah mereka segera bisa bekerja," ungkapnya.
Baca Juga: Link Pendaftaran Lowongan Kerja Padat Karya DKI Jakarta 2026
Program padat karya ini diharapkan mampu menjadi solusi bagi warga yang belum memiliki pekerjaan tetap. Selain membuka kesempatan kerja baru, peserta juga berpeluang memperoleh penghasilan sesuai ketentuan yang berlaku di Jakarta.
Pramono mengatakan sebagian masyarakat memang telah bekerja melalui skema Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP). Namun, program padat karya akan memberikan peluang lebih luas bagi warga yang masih mencari pekerjaan.
Menanggapi kekhawatiran mengenai kemungkinan praktik titipan atau penggunaan jalur orang dalam (ordal) dalam proses seleksi, Pramono memastikan bahwa seluruh tahapan rekrutmen akan dilakukan secara terbuka dan transparan.
"Nggak, nggak. Kalau ini karena semua sistemnya sangat terbuka. Enggak mungkin ordal. Karena sistemnya terbuka dan orang bisa melihat, mengontrol untuk itu. Enggak ada interaksi sama sekali," terangnya.
Masyarakat yang ingin mengikuti program ini dapat melakukan pendaftaran secara online melalui laman resmi Pemprov DKI Jakarta: https://www.jakarta.go.id/padat-karya.
Pramono Anung (Ntvnews.id/Adiansyah)