Ntvnews.id
Menurutnya, tingkat konektivitas transportasi publik di Jakarta saat ini telah mencapai sekitar 93 persen. Meski demikian, masih terdapat sejumlah fasilitas yang perlu disempurnakan agar semakin ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Ia menjelaskan, dua moda transportasi yang dinilai paling siap dalam memberikan kemudahan akses bagi penyandang disabilitas adalah MRT Jakarta dan TransJakarta. Keduanya telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung yang memudahkan mobilitas pengguna berkebutuhan khusus.
"Walaupun belum secara keseluruhan. Terutama yang sudah berjalan dengan baik untuk apa, disabilitas itu ada dua, satu MRT, yang kedua adalah TransJakarta," ucapnya di Jakarta Selatan, Kamis, 18 Juni 2026.
Baca Juga: HUT Jakarta ke-499, Pramono Siapkan Hadiah Spesial
Bus Transjakarta melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/rwa. (Antara)
Namun demikian, Pramono mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, khususnya pada layanan TransJakarta. Salah satu persoalan yang kerap mendapat sorotan adalah perbedaan ketinggian antara halte dan armada bus, serta keberadaan beberapa Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang belum sepenuhnya ramah bagi penyandang disabilitas dan lansia.
"Walaupun TransJakarta sendiri banyak dikritik karena apa, perbedaan ketinggian yang seringkali masih ada termasuk beberapa JPO yang dianggap belum ramah terhadap disabilitas," terangnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov DKI Jakarta memastikan seluruh pembangunan infrastruktur baru akan mengutamakan aspek inklusivitas dan aksesibilitas.
Pramono menegaskan bahwa setiap proyek pembangunan pedestrian, JPO, maupun fasilitas publik lainnya kini harus melalui evaluasi terkait kemudahan akses bagi penyandang disabilitas.
"Maka dengan demikian apa yang menjadi pertanyaan tadi untuk disabilitas sudah kita coba untuk atasi, walaupun belum memuaskan. Dan saya sendiri juga belum puas," tutup Pramono.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)