BPJS Kesehatan Permudah Mitra Ojol Bayar Iuran JKN Lewat Tabungan Harian Rp7 Ribu

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Agu 2026, 22:53
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Para mitra ojek online (ojol) dalam peluncuran Program Menabung Demi Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (NADI JKN) di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Selasa (4/8/2026) Para mitra ojek online (ojol) dalam peluncuran Program Menabung Demi Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (NADI JKN) di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Selasa (4/8/2026) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -BPJS Kesehatan resmi meluncurkan inovasi terbaru bertajuk Program Menabung Demi Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (NADI JKN). Program ini dirancang untuk mempermudah pekerja informal, khususnya pengemudi ojek online (ojol), dalam menjaga keaktifan kepesertaan JKN melalui skema tabungan terjangkau mulai dari Rp7 ribu per hari.

Peluncuran terobosan ini bekerja sama dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk sebagai langkah strategis memperluas jaminan perlindungan kesehatan bagi para pekerja di sektor informal beserta keluarganya.

"Hari ini diawali dengan ojek online ya, jadi ketika mitra telah menyetujui itu akan dipotong sesuai dengan ketentuan yang disepakati, harapan kita sebanyak-banyaknya (pekerja informal dapat terkover). Ini kan mulai dengan mitra ojol ya, mungkin nanti kita akan menyasar nelayan, kemudian yang lain-lain, jadi mengakomodasi seluruh kelompok masyarakat," kata Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Akmal Budi Yulianto di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.

Akmal menyebutkan bahwa pada tahap awal peluncuran, sebanyak 3.000 mitra pengemudi telah resmi bergabung ke dalam skema NADI JKN.

Baca juga: Pemerintah Berlakukan Potongan Komisi Ojol Maksimal 8 Persen, Menaker: Sudah Berjalan Sejak 1 Juli 2026

Chief of Public Affair PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Dyan Shinto Eko Nugroho, memaparkan bahwa mitra ojol diberikan fleksibilitas untuk memilih frekuensi menabung, baik secara harian, mingguan, maupun bulanan.

"Dia (mitra ojol) diberi pilihan mau harian atau hanya delapan kali, jadi seminggu hanya dua kali. Jadi, kalau teman-teman bertanya kok besar banget Rp17.500 begitu, itu karena milihnya cuma delapan kali menabungnya, tetapi kalau mau menabung tiap hari boleh, kalau dihitung itu Rp7.000 per hari selama 20 hari, sudah mengkover seluruh anggota keluarga, misal bapak, ibu, sama dua anak," jelas Dyan.

Program NADI JKN ini dikembangkan dalam dua pilihan skema, yakni digital-kolektif dan konvensional-perorangan.

Baca juga: Prabowo Saksikan Akad Massal KPR FLPP untuk 62.710 Penerima, dari Guru SD hingga Pengemudi Ojol

Pada skema digital-kolektif, pendaftaran dilakukan langsung melalui aplikasi platform mitra atau ekosistem komunitas yang terintegrasi. Mitra pengemudi menyisihkan dana secara berkala lewat fitur yang tersedia. Setelah nominal tabungan mencukupi batas iuran bulanan, sistem mitra akan meneruskan pembayaran ke akun virtual (virtual account) BPJS Kesehatan secara otomatis.

Sebelum resmi diluncurkan secara luas, BPJS Kesehatan telah menjalankan uji coba (piloting) skema NADI JKN di lima Kantor Cabang (KC), yakni Jakarta Selatan, Pangkalpinang, Boyolali, Banyuwangi, dan Parepare dengan menggandeng berbagai mitra lokal seperti koperasi, BUMDes, hingga lembaga masyarakat.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close