Ntvnews.id, Jakarta - Jarak dan keterisolasian bukan lagi hambatan utama bagi masyarakat Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Di salah satu pulau terluar Indonesia itu, akses internet dan infrastruktur telekomunikasi kini mulai mengubah cara masyarakat belajar, bekerja, berkomunikasi, hingga mengembangkan potensi ekonomi daerah.
Perubahan tersebut menjadi gambaran nyata yang disaksikan langsung puluhan jurnalis lokal dan nasional dalam kegiatan InfrastrukTour 2026 yang diselenggarakan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Komdigi pada 10–12 Juni 2026.
Sebanyak 31 perwakilan media diajak menelusuri berbagai titik pemanfaatan layanan digital yang telah dibangun BAKTI di Pulau Maratua. Kunjungan dilakukan ke fasilitas BAKTI Akses Internet (AKSI) di SDN 001 Payung-Payung, Pos TNI AL Pulau Maratua, Kantor Kampung Payung-Payung, hingga menara telekomunikasi BAKTI di kawasan Bohesilian.
Dari lokasi-lokasi tersebut terlihat bagaimana konektivitas digital tidak lagi sekadar menghadirkan sinyal internet, tetapi telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Di sektor pendidikan, akses internet membuka kesempatan bagi siswa dan guru untuk memperoleh sumber belajar yang lebih luas. Sementara itu, di tingkat pemerintahan kampung, konektivitas membantu mempercepat pelayanan administrasi dan komunikasi dengan berbagai instansi di luar wilayah pulau.
Baca Juga: BAKTI Komdigi Perkuat Komitmen Bangun BTS Ramah Lingkungan di Kawasan Konservasi Papua
Keberadaan jaringan telekomunikasi juga memperkuat koordinasi dan komunikasi di wilayah perbatasan sekaligus mendukung aktivitas masyarakat yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses informasi.
Lebih dari itu, transformasi digital yang hadir di Pulau Maratua mulai membuka peluang ekonomi baru. Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur, Maratua memiliki potensi besar untuk memperluas promosi pariwisata melalui platform digital. Pelaku usaha lokal dan UMKM juga semakin memiliki kesempatan untuk memperkenalkan produk serta menjangkau pasar yang lebih luas melalui internet.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur digital memiliki dampak yang jauh melampaui aspek teknologi semata. Konektivitas yang tersedia memungkinkan masyarakat memperoleh akses yang lebih setara terhadap pendidikan, layanan publik, informasi, hingga peluang usaha yang sebelumnya sulit dijangkau.
Melalui InfrastrukTour 2026, BAKTI Komdigi ingin memperlihatkan secara langsung bagaimana pembangunan infrastruktur telekomunikasi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Pulau Maratua menjadi salah satu contoh bahwa pemerataan akses digital bukan hanya tentang membangun menara telekomunikasi atau menghadirkan jaringan internet. Lebih dari itu, konektivitas menjadi fondasi bagi tumbuhnya kesempatan, peningkatan kesejahteraan, dan pembangunan yang lebih inklusif hingga ke pelosok negeri.
Dari pulau yang berada di garis terdepan Indonesia ini, transformasi digital terus bergerak maju. Kehadiran internet tidak hanya menghubungkan masyarakat dengan dunia luar, tetapi juga membuka jalan bagi masa depan yang lebih terkoneksi, produktif, dan berdaya saing.
BAKTI Komdigi (Instagram)