Zelensky Sindir Krisis BBM di Rusia, Sebut Putin Tak Peduli Rakyat Antre di SPBU

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Jul 2026, 08:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Arsip foto - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. (ANTARA)

Ntvnews.id, Kyiv - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan sindiran tajam kepada Rusia yang tengah menghadapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) akibat dampak perang berkepanjangan dengan Ukraina. Zelensky juga menuding Presiden Rusia Vladimir Putin tidak menunjukkan kepedulian terhadap warga negaranya yang kini harus mengantre untuk mendapatkan bahan bakar.

Dilansir dari Reuters dan Al Arabiya, Rabu, 1 Juli 2026, Zelensky turut menyindir strategi militer Moskow dengan menyebut Kremlin telah berulang kali menetapkan dan menunda target waktu untuk menguasai wilayah Donbas di Ukraina timur selama lebih dari empat tahun terakhir.

Pernyataan Zelensky tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas penolakan Putin sehari sebelumnya terhadap usulan Ukraina untuk menghentikan serangan jarak jauh serta menurunkan intensitas pertempuran.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin, 29 Juni 2026 malam, Zelensky menilai sikap Putin mencerminkan ketidakpedulian terhadap kondisi masyarakat Rusia yang kini menghadapi antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar, yang menurutnya merupakan dampak langsung dari serangan Ukraina terhadap infrastruktur industri minyak Rusia.

Baca Juga: Rusia Penjarakan 3 Orang karena Buat Gerakan LGBT

"Bahkan negara penghasil minyak, atau 'pom bensin' sebagaimana Rusia sering dijuluki, kini menghadapi kelangkaan bahan bakar," ejek Zelensky dalam pernyataannya.

"Ini adalah konsekuensi langsung dari perang. Salah satu dari sekian banyak konsekuensi. Ini juga merupakan contoh bagaimana Ukraina merespons -- dengan presisi, bukan melalui terorisme," cetusnya.

Selain itu, Zelensky juga menyoroti target-target yang ditetapkan Kremlin terkait penguasaan wilayah Ukraina timur. Ia menyebut Rusia telah berkali-kali menetapkan tenggat waktu untuk menguasai empat wilayah Ukraina, yakni Donetsk dan Luhansk di kawasan Donbas, serta Zaporizhzhia dan Kherson, namun terus gagal memenuhi target tersebut.

"Kepemimpinan politik Rusia tetap terobsesi dengan Donbas. Jika Rusia tidak mengakhiri perang, mereka harus kembali menunda tenggat waktu tersebut," kata Zelensky dengan nada mencemooh.

Photo file: Presiden Rusia Vladimir Putin berpidato di hadapan peserta KTT ASEAN melalui tautan video di kediamannya di luar Moskow, Rusia, Kamis (28/10/2021). ANTARA FOTO/Sputnik/Evgeniy Paulin/Kremlin via REUTERS/AWW/djo. <b>(Antara)</b> Photo file: Presiden Rusia Vladimir Putin berpidato di hadapan peserta KTT ASEAN melalui tautan video di kediamannya di luar Moskow, Rusia, Kamis (28/10/2021). ANTARA FOTO/Sputnik/Evgeniy Paulin/Kremlin via REUTERS/AWW/djo. (Antara)

Pada fase awal invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, pasukan Moskow sempat berupaya merebut ibu kota Kyiv, tetapi gagal. Setelah itu, Rusia mengalihkan fokus operasinya ke wilayah Donbas. Saat ini, pasukan Rusia menguasai seluruh wilayah Luhansk serta sebagian wilayah Donetsk dan Zaporizhzhia.

Meski pasukan Rusia masih mencatat kemajuan di sejumlah sektor, pejabat Ukraina mengeklaim laju ofensif Moskow telah melambat secara signifikan seiring meningkatnya serangan drone jarak menengah dan jarak jauh yang dilakukan Kyiv terhadap target-target strategis Rusia.

Baca Juga: 5 Negara dengan Skuad Termahal di Piala Dunia 2026

Sementara itu, Presiden Vladimir Putin pada Minggu, 28 Juni 2026, menegaskan bahwa militer Rusia akan terus melanjutkan operasi untuk mencapai target penguasaan penuh atas empat wilayah Ukraina yang diklaim Moskow.

Putin juga mengakui bahwa Rusia saat ini menghadapi persoalan "kekurangan" pasokan bahan bakar. Namun, menurutnya, kondisi tersebut belum mencapai tingkat yang kritis dan pemerintah Rusia sedang mengambil berbagai langkah untuk mengatasinya.

x|close