Ntvnews.id, Moskow - Perdana Menteri Slovakia Robert Fico menyatakan dokumen hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Ankara tidak akan mewajibkan seluruh negara anggota memberikan dukungan pendanaan kepada Ukraina.
Dalam keterangannya pada Minggu, 5 Juli 2026, Fico mengungkapkan telah menerima balasan tertulis dari Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte. Surat tersebut menegaskan bahwa deklarasi yang akan disahkan dalam KTT NATO di Ankara pada Senin, 7 Juli 2026 hingga Selasa, 8 Juli 2026 tidak mewajibkan setiap anggota NATO mengambil keputusan terkait pendanaan bagi Ukraina.
"Saya menerima tanggapan tertulis dari Sekretaris Jenderal NATO yang secara tegas menyatakan bahwa deklarasi yang akan diadopsi di Ankara tidak akan mewajibkan negara anggota NATO mengambil keputusan keuangan apa pun demi kepentingan Ukraina," kata Fico kepada wartawan.
Baca juga: AS Tandatangani Kesepakatan Nuklir sipil dengan Slovakia dan Hungaria
Fico menambahkan bahwa sebelumnya ia telah menyampaikan kepada Rutte sikap Slovakia yang tidak bersedia ikut serta dalam skema pendanaan apa pun yang ditujukan untuk mendukung bantuan militer bagi Ukraina.
Menurutnya, Slovakia tidak akan membiayai kebutuhan militer Ukraina. Meski demikian, pemerintah di Bratislava tetap membuka kemungkinan untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada negara tersebut.
"Kami adalah negara yang memahami bahwa ada situasi yang memerlukan bantuan, tetapi bukan dalam bentuk senjata atau dukungan terhadap perang," ujarnya.
Baca Juga: Istana Ungkap Alasan Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan
Di sisi lain, Rusia berulang kali menegaskan bahwa pasokan senjata dari negara-negara Barat kepada Ukraina hanya akan memperpanjang konflik sekaligus meningkatkan keterlibatan langsung negara-negara anggota NATO dalam perang.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov juga menyatakan bahwa setiap pengiriman yang membawa persenjataan untuk Ukraina akan dianggap sebagai target yang sah oleh Rusia.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Bendera negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Markas Besar NATO di Brussel, Belgia (Antara)