AS Tandatangani Kesepakatan Nuklir sipil dengan Slovakia dan Hungaria

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Feb 2026, 11:10
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi - Fasilitas nuklir Iran. Ilustrasi - Fasilitas nuklir Iran. (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Amerika Serikat menandatangani kesepakatan nuklir sipil dengan Slovakia dan Hungaria selama kunjungan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio ke Eropa Tengah.

Departemen Luar Negeri AS pada Senin mengatakan bahwa kesepakatan tersebut membuka jalan bagi pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir dengan teknologi Amerika.

Kesepakatan ini menjadi langkah konkret menuju penerapan sistem energi nuklir AS untuk mendukung kepentingan keamanan bersama di kawasan, menurut siaran pers yang dikeluarkan setelah kunjungan Rubio ke Bratislava dan Budapest.

“Pengumuman ini membuka jalan untuk meningkatkan keamanan energi kawasan, memperkuat industri, dan memenuhi tujuan daya saing teknologi baru, seperti penggunaan energi untuk mendukung AI (kecerdasan buatan),” kata departemen tersebut.

Di Slovakia, Washington akan menyediakan pendanaan untuk memulai pekerjaan pra-konstruksi reaktor besar Westinghouse baru melalui program Foundational Infrastructure for Responsible Use of Small Modular Reactor Technology.

 

Program itu bertujuan membantu negara-negara mengembangkan program energi nuklir yang aman.

Di Budapest, Rubio menandatangani US-Hungary Civil Nuclear Intergovernmental Agreement yang disebut akan menghadirkan kerja sama nuklir selama beberapa dekade, dengan tujuan menjadikan Hongaria sebagai pusat pengembangan reaktor modular kecil di kawasan.

Kesepakatan ini diperkirakan menghadirkan lebih dari 15 miliar dolar AS peluang bisnis bagi pemasok Amerika dan ribuan pekerjaan di AS, menurut pernyataan departemen.

Departemen Luar Negeri AS itu menambahkan bahwa Washington tetap berkomitmen mendukung tujuan keamanan nasional sekutunya melalui teknologi nuklir inovatif.

Sumber: Anadolu

Baca Juga: Jet Tempur AS Tembak Jatuh Drone Iran di Tengah Upaya Negosiasi Nuklir

ANTARA

x|close