Korea Selatan Keluarkan Peringatan Darurat Gelombang Panas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jul 2026, 07:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Gelombang Panas Gelombang Panas (Istimewa)

Ntvnews.id, Seoul - Korea Selatan untuk pertama kalinya menerbitkan peringatan darurat gelombang panas melalui sistem peringatan baru yang mulai diterapkan tahun ini. Pemerintah meminta masyarakat menghentikan aktivitas di luar ruangan dan segera mencari lokasi yang lebih sejuk guna menghindari risiko kesehatan akibat suhu ekstrem.

Sistem tersebut diperkenalkan sebagai respons terhadap semakin sering dan intensnya gelombang panas yang melanda Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir.

Peringatan darurat akan diterbitkan apabila suatu wilayah diperkirakan mengalami suhu yang dirasakan mencapai 38 derajat Celsius atau suhu aktual menyentuh 39 derajat Celsius selama satu hari.

"Korea Meteorological Administration (KMA) mengeluarkan Peringatan Darurat Gelombang Panas pada pukul 10.00 hari ini untuk dua kota di Provinsi Gyeongsang Utara bagian selatan, yakni Gyeongsan dan Pohang," ujar Kepala KMA Lee Mi-seon dalam konferensi pers, Minggu, 12 Juli 2926, dikutip dari AFP, Senin, 13 Juli 2027.

Kedua wilayah tersebut telah mencatat suhu yang memenuhi ambang batas penerbitan peringatan darurat sepanjang akhir pekan.

"Ini merupakan pertama kalinya peringatan tersebut dikeluarkan sejak sistem baru mulai berlaku," lanjut Lee.

Ia menegaskan bahwa status darurat tersebut tidak hanya menunjukkan cuaca yang sangat panas, tetapi juga mengindikasikan ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat.

"Peringatan ini menunjukkan kondisi ketika bahkan orang yang sehat sekalipun menghadapi risiko yang jauh lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan serius akibat panas, termasuk penyakit terkait suhu ekstrem hingga kematian," ujar Lee.

Baca Juga: Gelombang Panas Kedua di Spanyol, 150 Kasus Kematian Meningkat

Lee mengimbau warga yang sedang beraktivitas di luar ruangan agar segera menghentikan kegiatannya dan berpindah ke tempat yang lebih sejuk. Ia juga mengingatkan agar anak-anak maupun hewan peliharaan tidak ditinggalkan di dalam kendaraan.

Berdasarkan data KMA, rata-rata durasi gelombang panas di Korea Selatan kini meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 19 hari per tahun dalam lima tahun terakhir. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata delapan hari per tahun pada dekade 1970-an.

Sementara itu, jumlah malam tropis juga mengalami peningkatan signifikan, dari rata-rata empat malam menjadi 14 malam per tahun pada periode yang sama. Hari gelombang panas didefinisikan sebagai hari dengan suhu maksimum sedikitnya 33 derajat Celsius, sedangkan malam tropis terjadi ketika suhu minimum pada malam hari tetap berada di angka 25 derajat Celsius atau lebih.

Penerapan sistem peringatan baru ini berlangsung di tengah musim panas ekstrem yang juga melanda Eropa. Pada Juni lalu, sejumlah negara di kawasan tersebut mencatat rekor suhu tertinggi.

Warga menyejukkan diri di air mancur umum untuk mengatasi suhu tinggi selama gelombang panas ekstrem yang memicu peringatan di 17 kota di seluruh negeri, di Milan, Italia <b>(Antara)</b> Warga menyejukkan diri di air mancur umum untuk mengatasi suhu tinggi selama gelombang panas ekstrem yang memicu peringatan di 17 kota di seluruh negeri, di Milan, Italia (Antara)

Data resmi menunjukkan Prancis mengalami lebih dari 2.000 kematian berlebih selama gelombang panas pada Juni, serta sekitar 300 kematian akibat suhu tinggi pada akhir Mei.

Dampak cuaca ekstrem juga memaksa Menara Eiffel dan sejumlah destinasi wisata di Paris ditutup lebih awal pada akhir pekan. Selain itu, ajang balap sepeda Tour de France untuk pertama kalinya dalam sejarah memangkas salah satu etape karena kondisi cuaca yang terlalu panas.

Di sisi lain, Layanan Kelautan Copernicus Uni Eropa melaporkan suhu rata-rata permukaan laut pada Juni menjadi yang tertinggi dalam catatan dan berpotensi kembali mencetak rekor dalam beberapa bulan mendatang.

Peningkatan suhu laut dapat memperkuat badai tropis serta meningkatkan kandungan uap air di atmosfer yang memicu hujan lebat. Kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh kembalinya fenomena El Nino yang meningkatkan suhu permukaan Samudra Pasifik dan umumnya muncul setiap dua hingga tujuh tahun.

x|close