Gelombang Panas Tewaskan Lebih dari 3.800 Orang di Spanyol

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jul 2026, 22:14
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Sebuah termometer menunjukkan suhu mencapai 37 derajat Celsius di luar kantor pusat Uni Eropa di Brussels, Belgia, Jumat (26/6/2026). Ilustrasi - Sebuah termometer menunjukkan suhu mencapai 37 derajat Celsius di luar kantor pusat Uni Eropa di Brussels, Belgia, Jumat (26/6/2026). (antara)

Ntvnews.id, Spanyol - Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengungkapkan bahwa gelombang panas yang melanda negaranya telah menyebabkan lebih dari 3.800 orang meninggal dunia sejak awal 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Sanchez pada Senin, 27 Juli 2026, ketika mengumumkan proyek pembangunan Climate Shelters Network, yakni jaringan fasilitas perlindungan komprehensif yang dirancang untuk melindungi masyarakat dari cuaca dengan suhu ekstrem.

"Suhu panas telah merenggut lebih dari 3.800 nyawa," ujar Sanchez saat mengumumkan proyek pembangunan jaringan fasilitas perlindungan komprehensif bagi warga dari suhu ekstrem Climate Shelters Network.

Sanchez mengatakan pemerintah Spanyol akan menggelontorkan dana sebesar 10 juta euro atau sekitar Rp205,54 miliar untuk membangun fasilitas perlindungan baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat saat menghadapi cuaca ekstrem.

Baca Juga: Jepang Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Warga Diminta Waspadai Heatstroke

"Kami menyetujui pemberian dukungan senilai 10 juta euro untuk mendanai (pembangunan) tempat-tempat perlindungan baru, termasuk di sejumlah institusi pendidikan," tambah Sanchez.

Sebelumnya, pada awal Juni, Kementerian Kesehatan Spanyol melaporkan bahwa suhu ekstrem telah menyebabkan lebih dari 27 ribu kematian di negara tersebut sepanjang periode 2015–2025.

Di sisi lain, pemerintah Spanyol pekan lalu menetapkan status darurat nasional di wilayah otonom Madrid serta Provinsi Avila dan Provinsi Toledo menyusul meluasnya kebakaran hutan.

Berdasarkan laporan media Spanyol La Sexta yang dikutip RIA Novosti dari Moskow, kebakaran hutan di Provinsi Avila telah menghanguskan sekitar 50 ribu hektare lahan dan menjadi kebakaran terbesar dalam sejarah Spanyol.

Baca Juga: Spanyol Tetapkan Darurat Nasional akibat Kebakaran Hutan

Sejak awal 2026, Spanyol juga tercatat mengalami 32 kebakaran hutan besar yang telah membakar sekitar 153 ribu hektare lahan.

Dampak bencana tersebut memaksa sekitar 90 ribu warga di Avila, Madrid, dan Toledo dievakuasi atau diminta tetap berada di rumah. Sementara itu, 16 ribu orang lainnya di Castellon juga telah dievakuasi.

(Sumber:Antara)

x|close