Soal Video Viral Seskab Teddy di LRT, Pengamat: Bukan Pengusiran, Ada Disabilitas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Sep 2026, 19:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Seskab Teddy Indra Wijaya Seskab Teddy Indra Wijaya (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Video Seskab Teddy Indra Wijaya belakangan viral dan menuai komentar publik karena video yang diunggah netizen itu menunjukkan Seskab Teddy diduga mengusir pejabat LRT dari gerbong bersama Presiden Prabowo Subianto .

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya tidak melakukan pengusiran terhadap pejabat LRT dalam video yang viral di media sosial. Menurut Dedi, tindakan tersebut merupakan pengaturan situasional untuk memberikan ruang bagi Presiden Prabowo Subianto dan penumpang penyandang disabilitas.

Dedi mengatakan, polemik muncul karena publik hanya melihat apa yang tampak di permukaan dari sebuah video yang beredar cepat di media sosial. "Tapi harus dipahami bahwa publik tidak akan mengetahui hal-hal semacam itu. Publik hanya akan melihat apa yang tampak di permukaan secara langsung. Dan kita harus maklum kalau kemudian itu mendapatkan penafsiran yang berbeda dan menimbulkan kesalahpahaman yang tinggi," kata Dedi.

Menurut Dedi, konteks kejadian tersebut juga membuat anggapan bahwa Teddy mengusir pejabat LRT menjadi sulit diterima. Ia menilai tidak masuk akal jika Teddy melakukan pengusiran ketika agenda Presiden memang berkaitan dengan LRT.

Baca Juga: DPR Minta Pengawasan BBM Subsidi Diperketat

"Padahal kalau kita berkaca pada realitas yang mungkin muncul, sebetulnya tidak akan mungkin Seskab Teddy mengusir pejabat LRT sementara agenda Presiden bersama LRT. Itu saya kira sesuatu yang mustahil," ujarnya.

Dedi menjelaskan bahwa pejabat LRT tersebut hanya dipindahkan posisinya untuk memberikan ruang. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai langkah situasional yang tidak berkaitan dengan kewenangan formal Seskab.

"Tapi hanya memindahkan posisi agar ada ruang bagi Pak Prabowo dan juga salah satu penumpang yang disabilitas itu, Prof. Itu kan tindakan-tindakan momentum, bukan tindakan formal, bukan disposisi," kata Dedi.

Ia menambahkan, pengaturan tersebut lebih tepat dipahami sebagai inisiatif personal Teddy karena berada dalam situasi yang sama dengan Presiden. Menurutnya, hal itu berbeda dengan tindakan yang dilakukan dalam kapasitas formal sebagai Seskab.

"Artinya, karena Teddy melekat dan berada dalam situasi yang sama dengan Presiden, kemudian secara inisiatif dan personal mengatur siapa yang boleh ada di ruangan bersama Presiden, siapa yang harus didahulukan, dan lain-lain, itu saya kira adalah inisiatif personal Teddy sebagai orang dekat Presiden, bukan inisiatif Teddy sebagai Seskab," tuturnya.

Dedi menegaskan, tindakan Teddy dalam video tersebut tidak berkaitan dengan kewenangan formal Seskab. Ia menilai pengaturan kecil yang dilakukan Teddy dalam momentum perjalanan Presiden lebih merupakan inisiatif personal untuk mengatur situasi di sekitar Presiden.

x|close