Ntvnews.id, Jakarta - Kompolnas Awards 2026 digelar Kamis, 17 September 2026. Penghargaan tersebut diberikan kepada satuan kerja Mabes Polri, satuan kewilayahan, serta personel yang menunjukkan kinerja, inovasi, integritas, kepemimpinan, dan kontribusi nyata dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Menurut Fungsionaris Koordinator Nasional (Kornas) Presidium Pemuda Timur, Thoriq Kapailu, pemberian penghargaan terhadap jajaran Polri itu menunjukan bahwa reformasi Kepolisian membuahkan hasil. Sehingga, indeks kepercayaan publik meningkat dan hal ini membuktikan bahwa Polri patut diberikan penghargaan.
Menurut Thoriq, kepercayaan dan penghargaan yang di raih oleh Polri harus juga disertai pembenahan struktural organisasi atau penyesuaian dengan kebutuhan satuan kerja di Kepolisian.
"Polri wajib mendapat penghargaan tersebut namun di sisi lain harus ada pembenahan organisasi dan kebutuhan satuan kerja," ujar Thoriq, Jumat, 18 September 2026.
"Menurut hemat kami perlu ada upgrading struktural di kubu Polri, birokrasi secara golongan harus diperluas," imbuhnya.
Sementara, Ketua Koordinator Nasional Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama, menilai reformasi birokrasi menjadi langkah penting untuk menghindari tumpang tindih kewenangan sekaligus membuka ruang regenerasi kepemimpinan yang lebih sehat di tubuh Polri.
Sandri mengusulkan sejumlah perubahan struktur kelembagaan yang dinilai dapat meningkatkan efektivitas kinerja organisasi. Salah satunya adalah peningkatan status Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) menjadi Badan Pemberantasan Korupsi Polri.
"Ada beberapa hal yang harus direformasi, misalnya Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri menjadi Badan Pemberantasan Korupsi Polri agar unit ini bisa bekerja maksimal dalam penanganan korupsi," ujarnya.
Selain itu, Sandri juga mengusulkan perubahan status Korps Lalu Lintas (Korlantas) menjadi Badan Lalu Lintas Polri. Menurutnya, perubahan tersebut akan memperluas fokus kerja tidak hanya pada lalu lintas darat, tetapi juga mencakup transportasi udara dan laut.
"Selain itu Korps Lalu Lintas (Korlantas) diubah menjadi Badan Lalu Lintas Polri sehingga fokus kinerjanya bukan hanya pada lalu lintas darat, namun juga udara hingga laut," jelas dia.
Tak hanya itu, Sandri menilai sejumlah satuan pendidikan dan layanan pendukung di lingkungan Polri perlu mendapatkan penguatan struktur kepemimpinan. Ia mengusulkan agar Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) dan Sekolah Bahasa (Sebasa) dipimpin oleh perwira tinggi berpangkat brigadir jenderal atau jenderal bintang satu.
Menurutnya, lingkup kerja kedua institusi tersebut sudah cukup besar dan strategis sehingga membutuhkan kepemimpinan dengan kewenangan yang lebih kuat.
Usulan serupa juga disampaikan terhadap Sekretariat Umum Kepolisian Negara Republik Indonesia (Setum) Polri serta Pelayanan Markas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Yanma) Polri yang dinilai layak dipimpin oleh jenderal bintang satu.
Ketua Koordinator Nasional Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama.