AS-Iran Capai Kesepakatan Damai, Netanyahu Tegaskan Perjuangan Israel Belum Usai

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Jun 2026, 09:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan (Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang telah diumumkan Presiden AS Donald Trump mendapat respons dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Meski menyambut perkembangan terbaru di kawasan, Netanyahu menegaskan bahwa Israel masih akan melanjutkan perjuangannya menghadapi berbagai ancaman keamanan.

Dilansir dari Al Jazeera, Rabu, 17 Juni 2026, Netanyahu menyampaikan pernyataannya dalam konferensi pers bersama para wartawan Israel.

"Meskipun Israel berhasil menghindari bahaya kehancuran, perjuangan kita belum berakhir," kata Netanyahu.

Dalam kesempatan tersebut, Netanyahu juga menegaskan posisi militer Israel di sejumlah wilayah yang dianggap strategis bagi keamanan negaranya. Ia menyatakan pasukan Israel akan tetap mempertahankan kendali di kawasan yang selama ini menjadi sumber ancaman.

"Israel telah mengambil kendali atas wilayah tengah tempat Hizbullah mengancam Israel," jelas Netanyahu.

"Kami menghancurkan senjata rezim Assad dan kami akan tetap berada di zona keamanan apa pun yang terjadi," lanjut Netanyahu dalam bahasa Ibrani.

Baca Juga: BEM Bersatu Tegaskan Tolak Intervensi Politik Praktis dalam Gerakan Mahasiswa

Pernyataan Netanyahu muncul setelah Presiden AS Donald Trump memastikan bahwa Washington dan Teheran telah menandatangani kesepakatan damai yang mengakhiri konflik antara kedua negara. Trump juga menyebut Selat Hormuz akan kembali dibuka sepenuhnya pada Jumat, 19 Juni 2026.

Berbicara di Evian-les-Bains, Prancis, di hadapan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Trump mengumumkan bahwa proses kesepakatan telah rampung.

"Kesepakatan dengan Teheran sudah ditandatangani," kata Trump.

Meski demikian, Trump tidak menjelaskan secara rinci apakah pihak Iran juga telah menandatangani dokumen yang sama atau bagaimana mekanisme implementasi kesepakatan tersebut.

"Kesepakatan sudah ditandatangani, dan Selat sudah sebagian dibuka," imbuh Trump.

Ilustrasi Amerika Serikat dan Iran. <b>(Anadolu)</b> Ilustrasi Amerika Serikat dan Iran. (Anadolu)

Kesepakatan damai AS-Iran dipandang sebagai langkah penting untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah setelah berbulan-bulan konflik yang memengaruhi stabilitas kawasan dan jalur perdagangan energi global. Namun, pernyataan Netanyahu menunjukkan bahwa Israel masih memandang situasi keamanan regional sebagai tantangan yang belum sepenuhnya selesai, terutama terkait keberadaan Hizbullah dan dinamika konflik di Lebanon serta Suriah.

Dengan masih adanya perbedaan kepentingan di kawasan, perkembangan implementasi kesepakatan damai AS-Iran diperkirakan akan terus menjadi perhatian komunitas internasional dalam beberapa pekan ke depan.

x|close