Harga BBM, LPG, Listrik, Beras, dan Ayam di Dunia Naik, Indonesia Tetap Stabil per Agustus 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Agu 2026, 17:30
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto. (Foto: Antara/Reno Esnir) Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto. (Foto: Antara/Reno Esnir)

Ntvnews.id, Jakarta - Periode 1 Januari hingga 1 Agustus 2026 mencatat lonjakan harga energi dan pangan global di berbagai negara akibat gejolak geopolitik, sementara harga kebutuhan dasar di Indonesia seperti Pertalite, LPG 3 kg, dan listrik PLN tetap stabil.

Data perbandingan harga ritel komoditas periode 1 Januari hingga 1 Agustus 2026 menunjukkan kenaikan harga energi dan pangan secara drastis di berbagai negara dunia.

Di saat harga BBM, LPG, dan listrik di negara seperti Nigeria, Amerika Serikat, hingga Inggris melambung tinggi, harga kebutuhan dasar di Indonesia seperti Pertalite, LPG 3 kg, serta listrik PLN tercatat tidak mengalami kenaikan.

Selain sektor energi, kondisi harga pangan utama di tingkat global juga mengalami lonjakan signifikan di beberapa wilayah seperti Sudan, Iran, hingga India.

Berbeda dengan tren dunia tersebut, harga beras di Indonesia tercatat tetap stabil dan harga daging ayam justru mengalami penurunan sebesar 3%.

Berbagai data dari lembaga internasional hingga kementerian terkait mencatat keberhasilan Indonesia dalam menjaga stabilitas harga komoditas kebutuhan dasar masyarakat tersebut.

Kondisi harga yang tetap terjaga di tengah gejolak global akibat perang di Timur Tengah ini ditegaskan terjadi berkat kebijakan Presiden Prabowo.

Ini perbandingan harga ritel komoditas yang paling banyak digunakan rumah tangga di beberapa negara, 1 Januari 2026 dibandingkan 1 Agustus 2026.

Harga BBM Bensin Paling Banyak Digunakan Masyarakat

- Nigeria naik 45,9% jadi NGN 1,350/liter

- Amerika Serikat naik 44,9% jadi US$4.10/liter

- Laos naik 33,2% jadi LAK 29,300/liter

- Kamboja naik 19,1% jadi KHR 5,300/liter

- Inggris naik 16,8% jadi £1.60/liter

- Indonesia (Pertalite) tidak naik tetap Rp10.000/liter

(Sumber: GlobalPetrolPrices, Reuters, US Bureau of Transportation Statistics)

Harga LPG Rumah Tangga

- Nigeria naik 79% jadi NGN 4,050-5,100/3 kg

- Bangladesh naik 38,6% jadi Tk 485/3 kg

- Filipina naik 25% jadi ₱341/3 kg

- India naik 10,4% jadi ₹199/3 kg

- Pakistan naik 9,9% jadi PKR 724/3 kg

- Indonesia (LPG 3 kg) tidak naik tetap Rp19.000/3 kg di pangkalan resmi

(Sumber: The Daily Star-Bangladesh, Philstar-Filipina, OGRA-Pakistan, Jakarta Globe-Indonesia)

Harga Listrik Rumah Tangga

- Mesir, pelanggan konsumsi tinggi naik 29,9%

- Sri Lanka, pelanggan konsumsi tinggi naik 26,5%

- Türkiye naik 25%

- Bangladesh naik sedikitnya 18,1%

- Inggris naik sekitar 5,7%

- Indonesia (PLN) tidak naik.

(Sumber: Reuters untuk Mesir dan Sri Lanka, IEEFA-Bangladesh, Ofgem-Inggris, ESDM/PLN)

Harga Beras

- Sudan naik 40-55%

- Sudan Selatan naik 30-45%

- Iran naik 25-35%

- Myanmar naik 18-25%

- Nigeria naik 12-20%

- Indonesia stabil

(Sumber: FAO Food Price Monitoring and Analysis, FAO Rice Price Update, Bapanas/ANTARA)

Harga Daging Ayam

- India naik 20–25%

- Pakistan naik sekitar 19%

- Türkiye naik hingga 15%

- Afrika Selatan naik sekitar 11%

- Indonesia justru turun 3%

(Sumber: Times of India, Financial Times-Türkiye, Bapanas/CNBC Indonesia)

Penulis: Aries Marsudiyanto, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) RI.

HIGHLIGHT

x|close