Kadin Siap Dukung Target untuk Lepas dari Middle Income Trap

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Agu 2026, 08:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menegaskan komitmen dunia usaha untuk mendukung pemerintah mewujudkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Menurutnya, capaian tersebut menjadi langkah penting agar Indonesia dapat keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Pernyataan itu disampaikan Anindya saat menghadiri pertemuan jajaran Kadin pusat dan daerah bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.

Anindya menilai sinergi yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta merupakan faktor utama dalam mewujudkan target pertumbuhan ekonomi tersebut.

"Ekonomi Indonesia sudah tumbuh selama 20 tahun sebesar 5%. Tetapi kita ketahui bahwa untuk bisa naik kelas melewati middle income trap, kita mesti bertahap menuju 8%. Kami melihat apabila kita bekerja sama, ini merupakan suatu hal yang sangat mungkin dilakukan," ujar Anindya.

Sebagai mitra strategis pemerintah berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987, Kadin terus berupaya memperkuat perekonomian nasional melalui kolaborasi di tingkat pusat maupun daerah.

Baca Juga: Kadin Apresiasi Program MBG dan Penguatan Ketahanan Pangan Pemerintah

Anindya menjelaskan, sekitar 92 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia ditopang oleh konsumsi masyarakat, investasi swasta, dan ekspor. Karena itu, Kadin terus mendorong keterlibatan berbagai pelaku usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), hingga perusahaan swasta berskala besar untuk memperkuat sektor-sektor tersebut.

Selain memperkuat kolaborasi dunia usaha, Kadin juga telah menjalankan empat program quick wins sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo. Program tersebut antara lain mencakup pembentukan Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) serta renovasi rumah tidak layak huni.

Dalam upaya memperluas diplomasi ekonomi, Kadin membentuk Global Engagement Office (GEO) untuk mengawal peluang investasi dan perdagangan internasional. Organisasi itu juga menyatakan kesiapan bekerja sama dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) guna mempercepat arus investasi nasional.

Kadin turut menilai berbagai langkah pemerintah dalam mengevaluasi dan memperkuat program-program ekonomi mendapat respons positif dari pasar global. Hal itu, menurut organisasi tersebut, tercermin dari kembali ditegaskannya peringkat kredit Indonesia oleh sejumlah lembaga pemeringkat internasional, yang dinilai menjadi modal penting dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

HIGHLIGHT

x|close