Ntvnews.id
Berdasarkan informasi awal, delapan awak berada di dalam pesawat ketika kecelakaan terjadi. Hingga kini, peluang adanya korban selamat dinilai sangat kecil.
Pihak Pangkalan Udara Edwards mengonfirmasi bahwa pesawat lepas landas sekitar pukul 11.20 waktu setempat untuk menjalani penerbangan pengujian rutin sebelum akhirnya mengalami kecelakaan tidak lama setelah mengudara.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui media sosial, pihak pangkalan menyebut indikasi awal menunjukkan bahwa kecelakaan tersebut kemungkinan besar tidak dapat dilalui dengan selamat oleh awak pesawat.
Baca Juga: Swedia Kerahkan Jet Tempur untuk Cegat Pesawat Tempur Rusia
Tim penyelamat segera dikerahkan menuju lokasi jatuhnya pesawat yang berada di kawasan timur laut Los Angeles sesaat setelah pesawat menghantam daratan. Begitu laporan kecelakaan diterima, petugas tanggap darurat bergerak cepat menuju area insiden untuk melakukan proses evakuasi dan identifikasi kondisi awak pesawat.
Pangkalan Udara Edwards menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan status seluruh awak yang berada di dalam pesawat saat kecelakaan terjadi. Selain itu, pihak militer juga telah membentuk tim investigasi guna mengungkap penyebab pasti jatuhnya salah satu pesawat pengebom paling ikonik milik Amerika Serikat tersebut.
Sebagai bagian dari langkah penanganan darurat, militer Amerika Serikat memutuskan menutup sementara aktivitas operasional di Pangkalan Udara Edwards. Seluruh pesawat yang dijadwalkan mendarat di pangkalan tersebut dialihkan ke bandara alternatif guna mendukung kelancaran operasi penyelamatan dan investigasi.
Tidak hanya itu, seluruh izin kunjungan non-komersial juga dihentikan sementara hingga waktu yang belum ditentukan.
"Semua izin kunjungan non-komersial ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut agar pangkalan dapat memusatkan perhatian pada operasi tanggap darurat," kata Pangkalan Udara Edwards.
Hingga saat ini, penyebab pasti jatuhnya pesawat B-52 tersebut masih belum diketahui. Tim investigasi militer akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap berbagai faktor, termasuk kondisi teknis pesawat, cuaca saat penerbangan, serta kemungkinan adanya gangguan lain yang memicu kecelakaan.
(Sumber: Antara)
Bomber B-52 AS jatuh, delapan awak diduga tewas (Antara)